Kurban untuk Palestina: Peneguh Solidaritas di Negeri Terbelenggu Batas

Global Qurban – ACT setiap tahun berikhtiar menyampaikan amanah kurban kepada masyarakat Palestina. Di negeri yang tengah terokupasi itu, kehadiran daging kurban bukan hanya pelega untuk perut-perut yang lapar, tetapi juga dukungan psikologis, bukti keteguhan dukungan Indonesia untuk mereka yang hidup dalam belenggu penjajahan.

Keluarga prasejahtera di Jabalia Kamp menjadi target distribusi kurban Global Qurban – ACT. (ACTNews)

ACTNews, GAZA, YERUSALEM – Kebahagian memenuhi hati Rami Ahmad Al-Mabhouh (39), warga Gaza yang tinggal di Kamp Jabalia. Sebab, ia dan ketujuh anggota keluarganya bisa menikmati hidangan daging pada Iduladha 2019 lalu.

Bagi penduduk Gaza, daging sapi atau domba tentu makanan mewah. Hidup dalam penjajahan dan ekonomi yang ambruk membuat sebagian besar warganya jarang bisa mencicipi hidangan bergizi, termasuk daging-dagingan.

“Aku ingin menyampaikan terima kasihku dari hati yang paling dalam untuk ACT. Daging yang telah mereka berikan kepada keluarga kami menghadirkan banyak kebahagian, terutama untuk anak-anak,” ungkapnya melalui mitra Global Qurban - ACT di Gaza, Iduladha 1440 Hijriah lalu. Rami tidak lagi bekerja, ia salat satu penduduk Palestina yang tergusur sehingga kini tinggal berdesakkan di Gaza bersama hamper dua juta penduduk lainnya.

Syukur juga disampaikan Seham Kamel Dahrooj (52), seorang janda dengan enam anak yang tinggal di Rafah. Seham yang sudah 10 tahun ditinggal suaminya itu mengatakan, anak-anaknya langsung memintanya segera memasak daging usai dibagikan para relawan. “Semoga Allah memberikan kebaikan untuk kalian,” kata Seham.

Mitra Global Qurban – ACT di Gaza, Jomah Al Najjar menjelaskan, daging kurban bagi masyarakat Gaza bukan sekadar mendukung kebutuhan pangan, tetapi menjadi penguat dukungan bagi mereka. “Bantuan ini juga menjadi dukungan psikologis untuk para penerima manfaat. Dengan begitu, mereka percaya, bahwa masih banyak masyarakat dunia yang mendukung kehadiran mereka,” kata Najjar.

Daging kurban bukan hanya dinikmati warga Gaza. Di Yerusalem, tepatnya di Kota Tua. Daging kurban menyapa 2.800 jiwa di Al Quds. Tidak dipungkiri, sebagian besar penduduk Palestina hidup prasejahtera di kota bersejarah di dunia itu.

Mitra Global Qurban – ACT di Al Quds Khodor Al Daraj menjelaskan, masyarakat Al Quds hidup dalam tekanan okupasi. Mereka mengalami intimidasi dari segala macam sisi, baik ekonomi, bahkan hingga kebudayaan.

Senada dengan Jomah, menurut Daraj, kehadiran daging kurban dari pekurban Indonesia bukan sekadar menenangkan mereka di kala Iduladha, namun sebagai bentuk solidaritas yang terus mengudara. “Kami senantiasa mendoakan para pekurban agar kebaikan mereka terus membersamai perjuangan kami,” pungkasnya.

Said Mukaffiy dari tim Global Qurban – ACT menerangkan, tahun ini Global Qurban - ACT bersama mitra-mitra di Gaza dan Yerusalem berikhtiar memberikan kurban terbaik untuk masyarakat Palestina. Usaha tersebut, kata Said, tidak lepas dari dukungan para dermawan. “Palestina insyaallah tetap menjadi tujuan kurban dermawan. Global Qurban – ACT pun siap menyampaikan amanah kurban terbaik pekurban Indonesia kepada mereka,” kata Said.[]