Kursi Roda Pembawa Senyum bagi Dharma, Penderita Myeletis Transversa

Tim Global Zakat – ACT memberikan bantuan kursi roda dan dan biaya pengobatan lanjutan untuk Dharma, pasien Mobile Social Rescue penderita Myeletis Transversa pada Kamis (11/2/2021).

Penyerahan bantuan kepada Dharma.
Wajah semringah Dharma dan keluarga ketika Tim Global Zakat - ACT datang ke rumahnya. (ACTNews/Husen)

ACTNews, BANDUNG – Tim Global Zakat – ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan Dharma, salah seorang pasien Mobile Social Rescue (MSR) dari Global Zakat – ACT. Tim datang membawa serta sebuah kursi roda dan biaya pengobatan lanjutan untuk Dharma serta paket pangan untuk keluarga pada Kamis (11/02/2021) yang didapat dari penggalangan dana di laman Indonesia Dermawan.

Retno, ibu Dharma, tak kuasa menahan tangis bahagia ketika kami menyampaikan bantuan tersebut. "Saya Retno, ibunya Dharma, mengucapkan banyak terima kasih kepada Global Zakat – ACT yang sudah memberikan bantuan kursi roda, sembako, dan biaya berobat untuk anak tercinta saya dan kami sekeluarga. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” ujar Retno.

Penyerahan bantuan ini didampingi pula oleh Ketua RT setempat yaitu Ahmad. "Atas nama pengurus RT di sini saya ikut berterima kasih atas perhatian dari Global Zakat – ACT untuk warga saya. Kami mendoakan agar Global Zakat – ACT semakin jaya. Begitu juga dengan para donatur agar tetap diberi keberkahan oleh Allah SWT,” ujar Ahmad.

Sejak awal 2020, Dharma mengalami peradangan syaraf tulang belakang (Myelitis Transversa), ditandai dengan rasa nyeri, kebas atau mati rasa, tungkai atau lengan hingga kaki terasa lemah. Kondisi ini membuat remaja 13 tahun ini sudah setahun lebih tidak bisa berjalan dan beraktivitas normal, sehingga ia hanya berbaring di kasur. Meski demikian, gangguan kesehatan yang menimpa siswa kelas 2 SMP itu tak menyurutkan semangatnya untuk terus belajar secara daring.

Salah seorang dari Tim Global Zakat - ACT Jawa Barat berbincang dengan Dharma. (ACTNews)

Orang tua Dharma, Retno dan Aep sempat berikhtiar membawa anak pertamanya itu untuk berobat mengandalkan dana program Keluarga Miskin Daerah (Gakinda). Namun biaya pengobatan dan terapi yang mahal, membuat mereka kesulitan untuk rutin membawa Dharma berobat.

Sebelumnya ada tetangga yang meminjamkan kursi roda untuk digunakan Dharma beraktivitas ke luar kamar. Namun, merasa tidak enak karena telah meminjam terlalu lama dan khawatir rusak, akhirnya Retno mengembalikan kursi roda tersebut kepada sang pemilik.


Saat ini Dharma mengalami kesulitan menggerakkan kaki dan tangan bagian kanan. Klinik tempat Dharma pernah berobat menyarankan agar remaja tersebut dibawa ke rumah sakit di Jakarta untuk ditangani secara langsung oleh dokter ahli syaraf tulang belakang.

Irvan dari Tim Program ACT Jawa Barat berharap ke depannya Global Zakat – ACT dapat terus membantu pengobatan dari Dharma. “Terima kasih Sahabat, berkat kedermawananmu kini Dharma bisa tersenyum kembali. Kami masih mengajak Sahabat Dermawan untuk terus membantu proses penyembuhan Dharma melalui sedekah terbaikmu ke rekening BNI Syariah atas nama Aksi Cepat Tanggap 44 0000 5051 atau menghubungi kami ke nomor 081 222 8888 67,” katanya. []