Kusmiati Kehilangan Pekerjaan Karena Pandemi

Sejak Covid-19 melanda Nusantara, dampaknya begitu dirasakan Kusmiati (52) warga Simprug, Jakarta Selatan. Perempuan yang biasa bekerja di kantin ini sekarang tak lagi bekerja.

operasi pangan murah
Kusmiati (kanan) bersama suaminya saat mendapatkan paket pangan dari Operasi Pangan Murah di Jakarta Selatan. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Menurunnya angka positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir ternyata tak serta merta diiringi turunnya angka kemiskinan yang dirasakan masyarakat Indonesia. Roda perekonomian yang belum sepenuhnya pulih menjadi alasan. Dampaknya, tak sedikit masyarakat yang harus kesulitan memenuhi kebutuhan, termasuk pangan.

Salah satu keluarga yang turut merasakan dampak pandemi pada ekonominya ialah Suhartoyo (60) dan Kusmiati (52). Sebelum pandemi, pasangan suami istri ini memiliki pekerjaan yang mampu menopang kebutuhan harian keluarga. Suhartoyo yang merupakan seorang petugas keamanan kini setelah pandemi harus bekerja serabutan. Sedangkan Kusmiati bekerja di kantin sekolah dengan gaji Rp100 ribu per hari, sejak pandemi dan pembatasan aktivitas, ia kesulitan bekerja.

Saya sebelum pandemi kerja ikut orang di kantin, sehari bisa dapat uang 100 ribu (rupiah). Pas pandemi enggak kerja sampai sekarang. Saya tinggal berdua sama suami, suami sekarang kerja serabutan saja,” jelas Kusmiati, Kamis (21/10/2021) lalu.

Kemiskinan seakan membuat kehidupan keluarga Kusmiati terbatas. Di masa pandemi ini pun tak banyak yang bisa dilakukannya. Urusan pangan juga terancam karena pendapatan tak kunjung normal seperti sedia kala. Bagi Kusmiati dan keluarga, yang penting mereka memiliki nasi, tak masalah tanpa lauk, asalkan mereka punya stok makan untuk menyambung kehidupan.

Operasi Pangan Murah

Pertemuan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dengan Kusmiati berawal saat Operasi Pangan Murah digelar di Masjid Al-Insan, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kusmiati merupakan salah satu yang mendapatkan paket pangan terbaik dengan harga murah ini. Rasa syukur tak dapat disembunyikan, ia pun begitu senang karena bisa membawa pulang paket pangan tersebut.

“Terima kasih buat ACT sudah mengadakan sembako murah. Cuma bayar 100 ribu bisa dapat banyak, apalagi ada beras 10 kilo, alhamdulillah banget,” ungkap Kusmiati.

Operasi Pangan Murah merupakan program yang baru ACT luncurkan menyambut geliat kehidupan yang memulih seiring dengan melandainya kasus Covid-19. Belum sepenuhnya pulih memang kehidupan ini, untuk itu paket pangan dari kedermawanan masyarakat ini diberi nominal setengah harga, dan dikhususkan bagi warga prasejahtera.[]