Lagi, Israel Hancur Paksa Permukiman Palestina di Tepi Barat

Dunia telah mengecam keras tindakan penghancuran permukiman penduduk Palestina oleh Israel. Namun, sampai detik ini, tindakan yang melanggar hukum itu terus terjadi. Lantas bagaimana nasib warga Palestina?

Lagi, Israel Hancur Paksa Permukiman Palestina di Tepi Barat' photo

ACTNews, TEPI BARAT – Ismail 'Ebeidiyah bersama delapan warga Palestina lain tengah menghadapi kenyataan pahit: rumah mereka yang berada di Wadi al-Humus, Sur Baher, sebelah selatan wilayah Okupasi Yerusalem Timur dihancurkan paksa otoritas Israel. Ismail harus kehilangan rumah dua lantai di atas tanah 250 meter persegi itu. Rumah Ismail selama ini digunakan sebagai tempat berlindung tujuh anggota keluarga, yang lima orangnya adalah anak-anak, dilansir dari Palestina Center for Human Rights (PCHR).

Menurut dokumentasi PCHR, pada hari Senin (22/7) sekitar pukul dua dini hari, ratusan tentara Israel berada di Desa Sur Baher dengan membawa puluhan kendaraan konstruksi. Mereka menuju lingkungan Wadi al-Humus, menutup pintu masuk dan memotong semua aliran listrik. Tentara Israel kemudian secara paksa mengosongkan bangunan di lingkungan itu.

Saat melakukan tindakan itu, tentara Israel disebut menggunakan kekerasan fisik terhadap para pemilik bangunan. Para penghuni rumah pun dilarang membawa barang-barang mereka. Sekitar pukul enam pagi waktu setempat, penghancuran mulai dilakukan. Setidaknya delapan rumah dan bangunan hancur. Bahkan, bahan peledak ditanam di sebuah gedung untuk menghancurkan bangunan sepuluh lantai itu.

“Saya membangun rumah ini dari batu ke batu. Ini impian saya untuk tinggal di rumah ini. Sekarang saya kehilangan segalanya,” kata warga Palestina yang lain, Tareq al-Wahash, kepada Reuters, Selasa (22/7). Suara Tareq pecah saat sebuah buldoser menghancurkan rumahnya yang berlantai tiga yang belum selesai. Tareq mengatakan, ia memiliki izin untuk membangun dari Otoritas Palestina. 


Warga Palestina pemilik rumah mengatakan, bangunan mereka berada di wilayah yang dikelola Otoritas Palestina, pemerintahan Palestina di Tepi Barat yang diakui berdasarkan Kesepakatan Oslo.

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh mengatakan, Palestina akan terus melaporkan hal ini ke Pengadilan Kriminal Internasional. Kata Shtayyeh, tindakan Israel ini merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. "Ini adalah kelanjutan dari pemindahan paksa penduduk Yerusalem dari rumah dan tanah mereka," katanya.

Sementara itu, Uni Eropa juga telah mengecam tindakan Israel. “Kami berharap pemerintah Israel segera menghentikan pembongkaran yang sedang berlangsung,” tulis pernyataan UE. Menurut UE, bangunan-bangunan yang dimiliki penduduk Palestina itu berada di wilayah yurisdiksi Otoritas Palestina.

Pembongkaran permukiman yang terus terjadi di Yerusalem adalah bagian dari perselisihan berkepanjangan. Wilayah Yerusalem adalah rumah bagi ratusan ribu warga Palestina.[]

Sumber Foto: ACT, Quds News Network

Bagikan