Lagi, Pasukan Bersenjata Israel di Tepi Barat Lukai Warga Palestina

Masih dalam nuansa hari tasyrik, pasukan bersenjata Israel di Tepi Barat melukai 146 warga Palestina. Sembilan warga terkena tembakan langsung, 34 warga ditembak peluru karet, dan 87 warga terkena gas air mata.

Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam
Petugas medis mengevakuasi seorang warga Palestina yang terluka di Desa Beita, Tepi Barat. (Jaafar Ashtiyeh/AFP)

ACTNews,  PALESTINA – Nuansa kebahagiaan hari tasyrik dirasakan berbeda oleh masyarakat Palestina di Tepi Barat. Pasukan bersenjata Israel kembali melukai lebih dari 140 warga Palestina di Desa Beita, Tepi Barat, Jumat (24/7/2021).

Awalnya, ratusan warga Palestina berkumpul untuk berunjuk rasa. Hal ini dilakukan warga Palestina untuk memprotes pos terdepan Eviatar yang telah didirikan secara ilegal oleh pemukim Yahudi.

Pemukim Yahudi telah mendirikan pos terdepan Eviatar sejak awal Mei lalu, yang mana membangun rumah beton sederhana dan gubuk dalam hitungan minggu. Padahal, pembangunan tersebut bertentangan dengan Hukum Israel dan Internasional. 

Pembangunan ilegal itu memicu protes warga Palestina, terlebih kesepakatan terbaru dari Pemerintah Israel menyebutkan, pemukim Yahudi harus meninggalkan pos terdepan Eviatar sejak 2 Juli lalu. Sementara bangunan yang mereka bangun tetap berada di bawah penjagaan tentara Israel.

Bentrokan antara warga Palestina dan tentara Israel berujung terlukanya 146 warga Palestina, termasuk sembilan warga terkena tembakan langsung, 34 warga ditembak peluru karet, dan 87 warga terkena gas air mata, seperti yang disampaikan Bulan Sabit Merah Palestina. 

Diketahui sejak tahun 1967, sekitar 475.000 pemukim Yahudi telah menetap tinggal di Tepi Barat.[]