Lahan Hancur, Petani di Gaza Tersungkur

Sektor pertanian mempekerjakan sekitar 90 persen dari penduduk Palestina di Gaza. Sayangnya, banyak lahan dan aset pertanian di Gaza tersungkur akibat dihancurkan Israel.

petani gaza
Ilustrasi. Potret petani di Gaza yang lahannya hancur. (ACTNews).

ACTNews, GAZA – Sejak dimulainya penjajahan dan blokade oleh Israel, sektor pertanian Palestina mengalami kesulitan. Lahan dan aset petani banyak yang dihancurkan. Pada serangan akhir Mei lalu misalnya, Kementerian Pertanian Palestina menyatakan, sektor pertanian mengalami kerugian cukup besar. Diperkirakan mencapai hingga USD 204 juta.

Di Gaza Utara, salah satu gudang pertanian terbesar di Gaza juga dihancurkan oleh Israel. Mengakibatkan hilangnya alat dan bahan yang dibutuhkan untuk memulai memproduksi pertanian, seperti pupuk dan pestisida. Belum lagi para petani juga mengalami keterbatasan pasokan listrik yang berfungsi mengoperasikan infrastruktur penting seperti pompa untuk sumur guna pengairan sawah.

Hal ini tentunya menjadi ironi. Sebab, pertanian adalah salah satu sektor ekonomi terbesar di Palestina. Berdasarkan data yang dihimpun Global Humanity Response-ACT, sektor pertanian mempekerjakan sekitar 90 persen dari penduduk Palestina di Gaza.

"Pertanian memberikan peluang kesempatan kerja yang menyelamatkan banyak keluarga di wilayah yang penuh dengan pengangguran. Pertanian merupakan bagian identitas budaya serta peluang pekerjaan yang stabil dan keberlanjutan. Namun kontribusi pertanian terhadap ekonomi Palestina telah berkurang selama bertahun-tahun akibat penjajahan," ujar Amir Firdaus dari tim GHR-ACT, Selasa (22/6/2021).

Salah satu petani yang lahannya terdampak serangan Israel adalah Atef Muhammad Alhajj Ali. Ia merupakan petani di wilayah Jabalia, Gaza utara. Atef memiliki lahan yang merupakan milik ayahnya seluas 2 ribu meter persegi. Lahan tersebut ia gunakan untuk berkebun zaitun. Namun, Israel telah meluluhlantakkan semuanya hingga rata. “Saya kehilangan satu-satunya sumber penghasilan,” kata Atef yang sudah 25 tahun menjadi petani ini saat ditemui relawan ACT di Gaza beberapa waktu lalu.

Hingga kini, sektor pertanian memiliki potensi yang besar untuk mengentaskan kemiskinan di Gaza. Namun, dibutuhkan bantuan dari semua pihak untuk mewujudkan itu. Apalagi, sejak adanya blokade, banyak sumber daya yang tertahan, termasuk kebutuhan untuk pertanian.[]