Lantangkan Kondisi Palestina, Surabaya Gerakkan Kepedulian

Lantangkan Kondisi Palestina, Surabaya Gerakkan Kepedulian

ACTNews, SURABAYA – Sekumpulan kawula muda berdiri membentangkan spanduk bertuliskan “Indonesia Selamatkan Palestina” di arena Car Free Day (CFD) kompleks Masjid Al Akbar Surabaya, Ahad (10/3). Anak-anak muda yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Surabaya itu tengah lantang menyuarakan kondisi masyarakat di Palestina.

Aksi yang dilakukan oleh sekitar puluhan orang tersebut berlangsung sejak pukul 06.00 sampai 09.00 pagi. Selain melakukan longmars, mereka juga berkolaborasi dengan komunitas Angklung Perkusi Surabaya (APS).

Alunan pukulan perkusi bernada lagu popular di tanah air, semakin menarik para pengunjung untuk merapat dalam aksi ini. Zufar Abdullah selaku koordinator aksi menuturkan, kegiatan kala itu disemangati niat untuk membantu rakyat Palestina, melihat kondisi warga Palestina yang saat ini kritis karena blokade Israel.

“Aksi ini bukan hanya pembelaan kami sebagai saudara sesama muslim meski jarak kami terpaut jauh, tetapi ini juga menyangkut persoalan kemanusiaan, penyelamatan kehidupan, dan perlindungan hak asasi manusia. Sebab itulah kami mengajak semua pihak untuk sejenak menoleh, memanjatkan doa-doa tertulus serta menyalurkan bantuan terbaik untuk saudara di Palestina,” tegas Zufar.

Dalam aksi itu, MRI juga menggalang donasi kemanusiaan yang akan disalurkan melalui program bantuan pangan Kapal Kemanusiaan untuk Palestina yang digagas Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Aksi yang bertema Indonesia Selamatkan Palestina sebelumnya juga digelar oleh ACT-MRI di arena CFD Taman Bungkul, Jalan darmo Surabaya, dan CFD Alun-alun Sidoarjo.

Direktur Regional ACT Jawa Timur Wahyu Sulistianto Putro mengatakan, program-program kemanusiaan untuk Palestina senantiasa digulirkan. Menurut Wahyu, musibah kemanusiaan di Palestina berlangsung semakin kritis.

“Al Aqsa dan Gaza saat ini tengah berjuang bertahan hidup dalam keterbatasan. Sebagai lembaga yang bergerak dalam penangan musibah kemanusiaan, ACT akan terus ikhtiarkan membantu saudara-saudara di Palestina,” tukas Wahyu.

Palestina saat ini tengah mengalami kondisi darurat karena nyaris seluruh sendi kehidupan dibatasi oleh Israel. Sebut saja di Gaza, aliran listrik hanya dijatah 4 jam per hari. Sementara itu, kebutuhan air yang dapat dikonsumsi hanya berkisar 3 persen saja. Belum lagi serangan-serangan Israel yang meluluhlantakkan infrastruktur.

Dengan kondisi tersebut, para pengamat dunia memprediksi Gaza, Palestina akan musnah di 2020. Kisah kehidupan di Palestina yang memprihatinkan itu  pun menggugah hati Yanti (28). Ia menyalurkan bantuannya melalui aksi kepedulian Palestina oleh ACT-MRI di arena CFD. Dengan menggendong bayinya, Yanti menyodorkan uang ke dalam kotak donasi yang sedang dikelilingkan oleh relawan.

“Saya turut prihatin dengan kondisi warga Palestina. Maaf bantuan saya yang sedikit ini semoga bisa mengurangi beban saudara kami di sana. Semoga Allah berikan kekuatan untuk mereka,” ujarnya. []