Lari Hendra untuk Korban Bencana Lombok dan Sulteng

Lari Hendra untuk Korban Bencana Lombok dan Sulteng

Lari Hendra untuk Korban Bencana Lombok dan Sulteng' photo

ACTNews, BOGOR - Atlet lari nasional Hendra Wijaya memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah (Palu, Sigi, Donggala). Ia bersama puluhan pelari lainnya menggelar kegiatan berlari untuk amal (charity run) dengan tajuk “Run to Rebuild”. Titik awal lari Hendra dan pelari lainnya dimulai dari Balai Kota Bogor pukul 8:00, Sabtu (17/11).

Dalam kegiatan amal Run to Rebuild, Hendra akan berlari sejauh 2.400 kilometer, menuju Lombok dan Palu. Setiap harinya, rute yang ditempuh pelari sejauh 100 km. Untuk hari pertama ini, Hendra berlari melewati rute Jalan Raya Bogor - Citeureup - Cileungsi - Jalan Raya Narogong - Jalan Cut Mutia - Bulak Kapal - Tambun - Cibitung - Cikarang - Lemah Abang - Karawang. Cikarang menjadi tempat istirahat pertama sebelum ia melanjutkan titik akhir 100 km pertama, yakni Karawang.

Jumlah pelari dari titik awal di Bogor berjumlah tak kurang dari 30 orang. Nantinya, di setiap daerah akan bergabung pelari-pelari lainnya untuk bergabung bersama rombongan. Pelari-pelari ini berasal dari sejumlah komunitas lari di Indonesia.

“Target kami akan sampai Lombok pada 1 Desember,” kata Hendra. Lombok menjadi tujuan etape pertama lari sejauh 2.400 km ini. Dari Lombok, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Palu. Perjalanan akan dimulai dari Makassar pada 15 Desember mendatang. Menempuh jarak 900 km ke Palu, Hendra dan kawan-kawan akan ditargetkan selesai berlari pada 23 Desember.

 

Run To Rebuild mengundang siapa saja yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan amal tersebut. Partisipasi tidak hanya dengan ikut berlari, namun juga bisa dengan menjadi relawan atau berdonasi. Hasil donasi Run To Rebuild yang ditargetkan mencapai 2,4 miliar, ungkap Hendra, akan diserahkan melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT).

“Nantinya dana yang terkumpul akan kami salurkan ke korban gempa di Lombok dan Sulteng melaluii Aksi Cepat Tanggap (ACT). Terima kasih atas semua dukungannya. Ajang ini diharapkan dapat membantu saudara kita yang terkena musibah di Lombok dan Sulteng,” tutup Hendra, yang langsung memulai berlari keluar dari area Balai Kota Bogor.

Panca dari Tim Kemitraan ACT menyambut baik ikhtiar Hendra dan sejumlah pelari lainnya untuk membantu korban bencana alam di Lombok dan Sulteng. Menurutnya, ini membuktikan bagaimana masyarakat Indonesia masih menaruh kepedulian tinggi terhadap saudara setanah air yang terpapar bencana.

"Di masa pemulihan ini,  mereka amat membutuhkan perhatian kita. Alhamdulillah, ACT pun telah mendampingi korban bencana di Lombok dan Sulteng sejak dari masa tanggap darurat hingga pemulihan. Insya Allah, kami, dengan dukungan publik tentunya, akan senantiasa mendampingi mereka hingga benar-benar pulih," ujar Panca.

Gempa Lombok yang terjadi akhir Juli silam masih menyisakan duka. Masih jelas dalam ingatan gempa 29 Juli itu merenggut nyawa ratusan orang. Walau sudah masuk dalam tahap pemulihan, namun proses pembangunan yang bakal memakan waktu lama membutuhkan biaya yang besar.

Belum sepenuhnya Lombok pulih dalam keadaan semula, kabar duka kembali datang dari pulau bagian timur Indonesia. Gempa dengan magnitudo 7,4 mengguncang Sulawesi Tengah, tepatnya Palu, Sigi, dan Donggala. Tsunami dan likuefaksi pun beriringan dengan gempa yang merenggut korban jiwa ribuan orang. Kini, Sulteng masuk masa pemulihan pascagempa yang mengguncang akhir September silam. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan