Lasiyo Tak Lagi Berdaya Semenjak Kecelakaan Kerja

Lasiyo (45) mengikhlaskan tangannya diamputasi setelah tersengat aliran listrik saat bekerja. Tidak hanya itu, seluruh tubuhnya juga kini lumpuh karena banyak syaraf di otaknya yang tak lagi berfungsi.

Lasiyo Tak Lagi Berdaya Semenjak Kecelakaan Kerja' photo
Tim ACT DI Yogyakarta saat menengok kondisi Lasiyo. ( ACTNews)

ACTNews, GUNUNGKIDUL – Setiap orang telah ditakdirkan mencari rezeki dari jalan yang berbeda-beda. Terkadang di tengah jalan pun ada ujian yang menghadang. Gambaran itulah kiranya yang tengah dialami Lasiyo (45), yang kesehariannya adalah seorang buruh bangunan. Peristiwa pahit tiga tahun silam telah mengubah hidupnya.

Saat ia menjadi buruh bangunan untuk perbaikan instalasi listrik di Kota Yogyakarta, tak sengaja tangan Lasiyo memegang kawat listrik bertegangan tinggi. Ia tersengat cukup lama, bahkan cukup lama kabel tegangan tinggi menempel di tangannya, sampai lengannya menjadi lengket dengan kabel. Segera buruh bangunan lainnya menolong dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.

“Syukur alhamdulillah Allah memberi jalan hidup, walau kenyataan pahit harus ia terima, yaitu tangan kirinya harus diamputasi,” jelas Sigit, dari Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Yogyakarta saat mengunjungi di kediamannya pada Senin (6/7) lalu.

Tiga tahun sudah Lasiyo terbaring di tempat tidurnya. Tubuhnya lumpuh total dan ia hanya bisa bicara sekadarnya. Sebab semenjak tersengat listrik itu, dokter menyatakan banyak syaraf otaknya tak lagi berfungsi.


Tim ACT DI Yogyakarta memberikan Beras Wakaf kepada Lasiyo. (ACTNews)

Ia kini tinggal serumah bersama istri dan ketiga anaknya. Keluarganya pun tergolong keluarga prasejahtera. Kini istrinya menjadi tulang punggung keluarga memenuhi kebutuhan hidup dari bertani sawah tegalan yang kadang ditanami kacang, jagung, atau singkong.

“Anak yang pertama saya sudah lulus SMA dan menjadi buruh pabrik di Yogyakarta untuk membantu ekonomi keluarga. Sementara dua adiknya masih sekolah SD dan SMP,” ungkap Sukati, istri Lasiyo.


Sampai saat ini tubuh Lasiyo masih lumpuh total. Bahkan untuk keperluan ke kamar mandi ia harus dibopong oleh anak dan istrinya. “Selama ini tetangga dan komunitas masjid setempat juga sudah beberapa kali memberi bantuan kepada keluarga Lasiyo, walaupun tidak banyak berharap dapat membantu ekonomi keluarga Lasiyo,” tambah Sigit.

Pekan lalu tim relawan ACT DI Yogyakarta sempat berkunjung di rumahnya di RT 14 RW 03 Dusun Dawung, Kelurahan Serut, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Dalam kunjungan ini, tim sekaligus menyalurkan bantuan beras wakaf secara gratis untuk keluarga Lasiyo. “Insyaallah kami akan upayakan bantuan lanjutan untuk Lasiyo. Mudah-mudahan ke depannya, kita bisa meringankan beban hidup beliau,” tutup Sigit. []


Bagikan