Layanan Kesehatan ACT di Puncak Arus Mudik Merak

Layanan Kesehatan ACT di Puncak Arus Mudik Merak

ACTNews, BANTEN - Hari Raya Idulfitri selalu menjadi ajang silaturahmi. Masyarakat Indonesia biasanya memanfaatkan libur menjelang hari raya untuk berkunjung ke rumah sanak-saudara. Bahkan, ada juga perantau yang memilih merayakan lebaran di kampung halamannya. 

Sebab itu, kemacetan sering kali tak terhindarkan. Selain jalan raya atau jalan tol, kemacetan juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Berbagai jenis kendaraan bermotor tampak berbaris mengantre dari gerbang pembayaran tiket menuju dermaga di mana kapal yang akan ditumpangi mereka bersandar. 

"Kemarin itu masih sepi, saya rasa sekarang akan jadi puncak arus mudik," kata dr. Rizal dari Tim Global Medic Action ACT, Rabu (14/6).

Selama dua hari, sejak Selasa (13/6) dan rabu (14/6), Ambulans Pre-Hospital bertengger di Dermaga 4 dan 5 Pelabuhan Merak. Bersama Tim Global Medic Action, ACT mengadakan pelayanan kesehatan gratis bagi pemudik yang akan menyebrangi selat Sunda menuju Pulau Sumatera.

 

Layanan kesehatan bagi para pasukan Brimob

Rabu (14/6) sore itu, pemandangan Posko Kesehatan ACT jadi berbeda; bukan para pemudik lagi yang mengeluh letih. Namun, sekumpulan pasukan Brigade Mobil (Brimob), yang mendapatkan layanan kesehatan dari tim GMA ACT berupa pijat terapi. 

"Kami sudah lima hari berjaga di sini, siang malam harus siap siaga. Apalagi arus mudik mulai memuncak menjelang lebaran," kata Abrippol Yogi, selaku Kepala Pos Polisi salah satu barak di Pelanbuhan Merak. 

Surya, anggota GMA ACT mengatakan bahwa sebagian besar dari pasukan Brimob itu mengeluh sakit pada tulang dan otot kaki. Sebab itu, Surya yang berprofesi sebagai Terapis menawarkan layanan pijat bernama Kuantum Thailand kepada mereka. 

Surya mengatakan, pijat itu berfungsi untuk meredakan rasa pegal, terutama pada tulang dan otot kaki. "Pijat Kuantum Thailand ini bukan sembarangan pijat, kita fokus pada titik-titik pusat di mana biasanya rasa pegal itu datang," ungkapnya.

 

Abriptu Rizki, salah satu brigadir yang sempat merasakan layanan terapis itu mengaku bahwa pegal pada tubuhnya mulai menghilang. "Enak, rasanya badan jadi lebih ringan, segar. Beda sama kemarin, lelah, pegal, nyeri, jadi satu," tutur Abriptu Rizki. 

Bahkan sang kepala barak, Abrippol Yogi sempat meminta Surya untuk mengajarkan pijat tersebut kepada pasukannya. Ia berharap agar teman-teman sebaraknya itu bisa saling membantu apabila salah satu dari mereka membutuhkan tindak laku pijat seperti itu. 

"Ya lumayan juga kalo kami diperbolehkan belajar, ini ilmu mahal, dan kami butuh terapi seperti ini kalau badan sudah mulai lelah" tambah Abrippol Yogi. 

Setelah perayaan Idulfitri ini, Tim Global Medic Action ACT insya Allah akan memboyong kembali Ambulans Pre-Hospital ke beberapa titik lokasi kemacetan yang ada di wilayah Bandung dan sekitarnya. Rencananya, GMA ACT akan melakukan aksinya pada hari ketiga Idulfitri. Tentu ini harus dilengkapi dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia. []

Tag

Belum ada tag sama sekali