Layanan Kesehatan ACT Jangkau Ibu dan Anak di Yaman

Layanan Kesehatan ACT Jangkau Ibu dan Anak di Yaman

Layanan Kesehatan ACT Jangkau Ibu dan Anak di Yaman' photo

ACTNews, SANAA – Konflik berkepanjangan di Yaman berimbas pada seluruh aspek kehidupan masyarakatnya. Dampak besar itu nampak pada terpuruknya sistem kesehatan di Yaman. Sementara di sisi lain, angka warga rentan terus meningkat, utamanya anak-anak Yaman yang mengalami malnutrisi dan penyakit lainnya. Tak henti menyalurkan kepedulian untuk Yaman, Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan layanan kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui serta anak-anak di Distrik Hamadan, Sanaa. Program ini berlangsung selama Januari 2019.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response  (GHR) – ACT melaporkan, klinik ACT Januari lalu melayani khusus anak-anak dan ibu. Di tengah krisis kemanusiaan, layanan kesehatan di Yaman sangat sulit diakses. “Ibu hamil dan menyusi serta anak-anak di Yaman membutuhkan layanan kesehatan yang mudah diakses,” kata Faradiba, Selasa (5/3).

Kesulitan mengakses layanan kesehatan membuat sejumlah anak di Yaman tidak pernah memeriksakan kesehatan. Padahal, pemeriksaan gizi anak-anak secara rutin menjadi hal penting. Save the Childern melaporkan pada November lalu, sebanyak 85.000 anak-anak di bawah usia lima tahun di Yaman berisiko meninggal dunia karena malnutrisi akut. Keadaan itu pun ditemukan tim medis ACT di Sanaa. “Layanan Kesehatan ACT Januari lalu menerima 544 pasien. Ada sekitar 141 kasus malnutrisi dan 67 di antaranya tergolong kasus malnutrisi akut,” jelas Faradiba.

Berdasarkan data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), malnutrisi termasuk 10 penyebab tertinggi kematian dan kecacatan (disability-adjusted life years/DALYs) di Yaman. Konflik dan kemiskinan adalah penyebab malnutrisi pada anak-anak. Konflik telah menyebabkan sistem kesehatan negara itu hancur, membuat anak-anak rentan terhadap kerawanan pangan dan penyakit.

Desember lalu, program peningkatan gizi oleh tim Sympathy of Solidarity (SOS) untuk Yaman I – ACT diselenggarakan di Bani Al Harits, Sanaa. Rudi Purnomo dari tim SOS untuk Yaman I melaporkan saat itu, di wilayah Al Harits setiap bulan ditemukan 30-45 kasus gizi buruk. Wilayah berpopulasi sekitar 10.000-12.000 jiwa tersebut tidak banyak memiliki fasilitas kesehatan.

“Sebab itu, penanganan gizi buruk di Yaman amat penting. Selain memberikan pangan, ACT juga intervensi program peningkatan gizi anak untuk setengah tahun ke depan,” ungkap Rudi, Desember lalu.

Secara langsung, konflik juga membunuh anak-anak di Yaman. Sebagaimana dilaporkan PBB, Kamis (28/2) lima orang anak meninggal dunia di Distrik Tahita, Hodeidah Selatan. Kelimanya meninggal karena serangan yang menghancurkan rumah mereka. []

Baca Juga:

Nasib Anak-Anak Yaman di Ambang Kematian

Sistem Kesehatan Ambruk, Yaman Kian Kritis

Bagikan