Layanan Kesehatan Gratis untuk Korban Banjir Banyumas

Aksi Cepat Tanggap Purwokerto turut memerhatikan kondisi korban banjir di Kecamatan Sumpiuh dengan memberikan pelayanan kesehatan gratis.

Relawan medis ACT Purwakarta melayani korban banjir di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Kamis (5/11). (ACTNews/Venatan)

ACTNews, BANYUMAS Aksi Cepat Tanggap (ACT) Purwokerto membuka posko pelayanan kesehatan gratis bagi korban banjir di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Senin (9/11).

Kepala Cabang ACT Purwokerto Andi Rahmanto menjelaskan, pembukaan posko dilakukan karena setelah banjir banyak warga yang mengeluhkan gatal-gatal dan sakit. Sejumlah tenaga medis dilibatkan, yaitu tiga dokter, lima mantri, dan dua apoteker.

“Kami berharap, masyarakat yang terkena banjir bisa kembali sehat. Warga yang kemarin merasakan gatal-gatal, linu, dan keluhan lainnya bisa kembali sehat. Insyaallah aksi ini berkelanjutan dan sudah dilakukan Kamis (5/11) sebelumnya,” katanya.

Terkait penanganan bencana di semua kabupaten eks-karesidenan Banyumas, Andi mengungkapkan, ACT Purwokerto langsung bekerja dan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Tim turut dalam proses evakuasi dan mendistribusikan bantuan bahan makanan kepada para korban.

“Jadi tidak hanya bencana banjir di Banyumas, ada juga Cilacap, di Banjarnegara longsor serta di Purbalingga yang ada puting beliung,” jelas Andi.

Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem masih akan terus terjadi hingga Desember. Andi juga meminta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.[]