Layanan Kesehatan Rutin untuk Warga ICS Gangga Selama Ramadan

Pelayanan kesehatan gratis dijadwalkan setiap satu kali dalam dua pekan.

ACTNews, LOMBOK UTARA - Hampir satu tahun, musibah gempa Lombok telah meninggalkan duka dan trauma yang mendalam bagi sebagian warga, khususnya di Lombok Utara. Pada situasi pemulihan pascabencana masih banyak warga memilih tinggal di shelter yang dibangun di atas pekarangan maupun di ICS Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.


Pada Sabtu (18/5) kemarin, Tim Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan pelayanan kesehatan untuk pengungsi ICS Gondang. Berlangsung setelah salat Tarawih, hasil pemeriksaan menyebutkan banyak warga yang mengeluh sakit hipertensi, osteoartritis, influenza, dan diabetes melitus. Warga didominasi oleh pasien dewasa dan lansia.


Kepala Program ACT Nusa Tenggara Barat M. Romi Saefuddin memaparkan, pelayanan kesehatan gratis dijadwalkan setiap satu kali dalam dua pekan. Sementara aksi yang dilakukan di ICS Gangga adalah untuk pertama kalinya bertepatan dengan bulan Ramadan.


“Bahkan kami telah merencanakanan akan membuat jadwal piket untuk Tim Medis yang bertugas di ICS agar warga bisa setiap saat memeriksa kesehatannya,” ungkap Romi.


Adapun jumlah personil yang diturunkan berjumlah 11 orang antara lain dua dokter umum, dua fisioterapi, dua bidan, satu perawat, dan empat relawan umum. Khalid selaku Koordinator Tim Medis mengatakan, relawan dokter dan perawat akan berjaga selama 1x24 jam di ICS setiap pekannya dan siap menerima panggilan darurat.




“Selain memberikan pelayanan kesehatan, tapi juga memberikan penyuluhan bagaimana pentingnya pola hidup sehat. Tim medis juga bersiaga bersama 1 ambulans dan dua kendaraan bermotor untuk menunjang kinerja tim yang turun ke lapangan,” terang Khalid.


Tak berhenti sampai di sana, setelah memberikan pelayanan kesehatan pada malam hari, paginya tim mengajak warga di ICS Gangga untuk bergotong-royong membersihkan lingkungan. “Supaya lingkungan sekitar ICS pun tetap nyaman dan rapi, serta jauh dari segala potensi munculnya penyakit” pungkas Khalid. []