Layanan Kesehatan Tingkatkan Harapan di Yaman

Bantuan kesehatan yang diterima pengungsi internal Yaman begitu berarti. Dari bantuan itu masyarakat Yaman yakin masih banyak penduduk dunia yang peduli dengan keadaan mereka.

Layanan Kesehatan Tingkatkan Harapan di Yaman' photo
Mitra Aksi Cepat Tanggap di Yaman berdiskusi dan memeriksa data penerima manfaat sebelum bantuan pangan untuk ibu hamil dibagikan Agustus lalu. (ACTNews)

ACTNews, SANAA Aksi Cepat Tanggap terus berikhtiar menopang kesehatan di Yaman. Salah satunya dengan mengaktifkan sejumlah unit kesehatan yang bisa melayani balita dan ibu. Unit kesehatan Qa’a Al-irrah di Distrik Hamdan, Sanaa,  salah satunya.  

Lebih dari 3.000 balita menikmati cek kesehatan gratis dan suplemen bergizi di unit kesehatan Qa’a Al-irrah. Di antara pasien itu, masih ditemukan balita dengan keadaan gizi buruk. ACT tidak hanya melakukan  pemeriksaan di hari itu saja tetapi secara berkala juga menyiapkan makanan penunjang dan vitamin untuk balita.

ACT juga membuka layanan kesehatan di Unit Kesehatan Ablas. Sejumlah 2.177 balita menjalani cek kesehatan. Sebanyak 272 di antaranya masih menderita busung lapar akut dan 521 lainnya mengalami busung lapar menengah.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap melaporkan, ACT bekerja sama dengan sejumlah mitra di Yaman. Said mengatakan, ikhtiar ini merupakan bentuk pendampingan bagi warga Yaman. “Layanan kesehatan memberikan harapan bagi pengungsi internal Yaman. Sejumlah anak yang mengalami gizi buruk bisa mendapatkan perbaikan gizi, pun ibu hamil juga mendapat perhatian dalam hal gizi,” kata Said. Tidak dipungkiri, kesehatan ibu hamil menjadi hal yang kritis di Yaman. Kekurangan bahan makanan membuat para ibu yang mengandung tidak mampu memenuhi nutrisi untuk calon bayi mereka.

Said berharap, masyarakat Indonesia dapat mendukung gerakan kemanusiaan di Yaman bersama ACT. Melalui program-program kesehatan ACT, sahabat dermawan kembali memberikan harapan untuk warga Yaman.[]