Layanan Kesehatan untuk Penyintas Gempa Maluku Tengah

Pascagempa Rabu (16/6/2021) lalu, hingga kini masih banyak warga Maluku Tengah yang bertahan di pengungsian. Kondisi kesehatan mereka terancam.

1
Tim Medis ACT-MRI tengah memeriksa kondisi penyintas gempa Maluku Tengah. (ACTNews)

ACTNews, MALUKU TENGAH Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Cabang Maluku membuka posko pelayanan kesehatan untuk penyintas gempa Maluku Tengah di Kecematan Tehoru, Kamis (24/6/2021). Pos layanan kesehatan gratis ini merupakan wujud kepedulian kepada penyintas yang hingga kini masih mengalami ketakutan dan luka bahkan sebagian masih mengungsi pascagempa sepekan lalu, tepatnya Rabu (16/6/2021).

“Pelayanan kesehatan ini diberikan kepada penyintas yang sampai sekarang masih merasa takut. Sebagian dari mereka juga bertahan di pengungsian yang tersebar di dataran tinggi. Layanan kesehatan ini untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat,” ujar Muhamad Iqbal Kumkelo dari tim ACT Maluku.

Layanan yang tak hanya sekadar memeriksa kesehatan ini juga memberikan obat dan vitamin untuk pengungsi. Aksi ini didukung oleh delapan orang tenaga medis. Ke depannya, pelayanan serupa akan digelar untuk terus memastikan kondisi kesehatan pengungsi. Hasil pemeriksaat pada Kamis kemarin itu ditemukan rata-rata penyakit demam dan gatal-gatal menjadi yang paling banyak dikeluhkan karena minimnya kebersihan.

La Ode, salah satu penyintas gempa Maluku Tengah di Desa Waiputi begitu mengapresiasi pelayanan kesehatan serta pembagian obat-obatan. Ia mengaku sejak gempa terjadi dan mengungsi, hanya ada fasilitas pemeriksaan kesehatan saja tanpa diberikan obat-obatan.

Terima kasih tim ACT dan MRI yang sudah peduli dengan kami di tenda pengungsian,” ungkapnya.[]