Layanan Makan Gratis Hadir untuk Korban Banjir di Tangerang

Humanity Food Truck kembali menghadirkan layanan makan gratis ala hotel bintang lima untuk warga terdampak banjir di dua desa di Kabupaten Tangerang. Ribuan paket makanan siap santap diharapkan mampu meringankan beban korban banjir.

Ratusan warga menunggu distribusi makanan olahan Humanity Food Truck di Masjid Abdul Muin, Desa Tanjung Burung. (ACTNews/Reza Mardhani)

ACTNews, TANGERANG – Humanity Food Truck terus berkeliling menyapa warga urban Jabodetabek. Kali ini, layanan makan gratis tersebut mengantarkan ribuan porsi makanan siap santap untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Tangerang. Truk berdapur ini hadir menyapa warga  di pelataran Masjid Abdul Muin, Desa Tanjung Burung, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang pada Kamis (13/2). Warga mengantre panjang, menanti koki dan tim Humanity Food Truck membagikan ribuan porsi makanan, sambil sesekali mengamati badan armada dapur berjalan itu.

Layanan makan gratis dari Humanity Food Truck tersebut hadir atas kerja sama Mahaka Radio Integra (MARI) bersama Global Zakat – ACT. Tidak hanya warga Desa Tanjung Burung, tim juga membawa bantuan paket makanan siap santap hingga Desa Kohod di Kecamatan Pakuhaji. Kedua desa yang letaknya berdekatan ini terdampak banjir pada awal tahun 2020 lalu.

“Sasaran kita di sini para warga yang kemarin terdampak banjir, alhamdulillah hari ini kita bisa mendistribusikan makanan gratis. Sebelumnya kita sudah asesmen dan distribusi logistik beberapa kali di sini,” kata Suyanto selaku Koordinator Daerah Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT Kabupaten Tangerang.


Antrean warga ketika Tim MRI-ACT membawa paket makanan ke Desa Kohod. (ACTNews/Reza Mardhani)

Sebelumnya, MRI – ACT Tangerang sudah tiga kali mendistribusikan bantuan logistik untuk para penyintas banjir di Kecamatan Teluknaga pada bulan Januari dan Februari ini. Banjir pada awal tahun ini adalah yang pertama kalinya mendampak rumah mereka.

“Sebelum-sebelumnya itu tidak pernah terdampak banjir, awal tahun kemarin sampai masuk ke rumahnya. Kata mereka, ini tahun rekor karena banjir bisa masuk ke rumah mereka. Biasanya memang banjir, tapi di jalan saja, tidak sampai masuk ke rumah,” jelas Suryanto. Saat ini kondisi warga sendiri sudah kondusif.

Lia, salah seorang ketua RT setempat, menceritakan saat itu mereka bahkan sampai mengungsi ke beberapa titik. Air bahkan mencapai paha orang dewasa. Beruntung karena desa mereka dekat dengan laut, sehingga air surut dengan cepat. Ia bersyukur warga mendapatkan makanan siap saji gratis pada hari itu.

“Alhamdulillah, senang (dengan pendistribusian makanan). Namanya juga orang-orang peduli dengan warga saya. Selama banjir kita juga minim bantuan. Jadi banyak-banyak terima kasih sekali kepada Global Zakat – ACT dan para dermawan,” jelas Lia. []