Layanan Makan Gratis Kembali Dinikmati Pengungsi Rohingya di Aceh

Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe didukung pemerintah dan masyarakat Kota Padang menyediakan layanan makan gratis tiga kali sehari untuk pengungsi Rohingya di Kota Lhokseumawe. Aksi ini berlangsung selama beberapa hari sejak Senin (4/1/2021).

Kegiatan layanan makan gratis oleh Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe yang didukung pemerintah dan masyarakat Kota Padang, Senin (4/1/2021). (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE – Aksi Cepat Tanggap Lhokseumawe menyampaikan amanah pemerintah dan masyarakat Kota Padang kepada pengungsi Rohingya di Aceh. Bantuan hadir berupa layanan makan gratis tiga kali sehari kepada pengungsi Rohingya di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Kandang. Sejumlah 155 porsi makanan disediakan untuk para pengungsi.

Koordinator Tim Program ACT Lhokseumawe Hidayatullah menjelaskan, layanan makan gratis dihadirkan tiga kali sehari untuk para pengungsi. Bantuan ini akan hadir dalam beberapa hari ke depan, dimulai Senin (4/1/2021). Layanan makan gratis ini merupakan ikhtiar Aksi Cepat Tanggap membersamai pengungsi Rohingya di Lhokseumawe sejak mereka tiba pada Juli 2020.

“Dukungan dermawan yang terus membersamai kami jadi salah satu ikhtiar kami bisa terus berjalan. Di Lhokseumawe, kami bekerja sama dengan berbagai pihak bergantian membantu kebutuhan sehari-hari para pengungsi,” kata Hidayatullah, Rabu (6/1/2021).

Hingga kini, ratusan pengungsi Rohingya masih tinggal di Aceh sembari menunggu kepastian nasib mereka. Tahun 2020, pengungsi Rohingya hadir dalam dua gelombang ke pesisir utara Aceh, yakni pada Juli dan September. 

Merespons kedatangan pengungsi September lalu, ACT Lhokseumawe juga membuka dapur umum yang menyediakan pangan pengungsi. Selain relawan, masyarakat setempat juga dilibatkan bergantian dalam proses memasak. Selama keberadaan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe, ACT terus mengambil peran, mulai dari menyediakan makanan siap santap, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial. Kepedulian untuk Rohingya pun dilakukan sejak 2018 saat kedatangan mereka ke pesisir Bireuen.[]