Layanan Medis ACT Cegah Covid-19 di Klaten

Covid-19 telah menyebar di Indonesia. Untuk itu, ACT Solo mulai gencar melakukan sosialisasi ke berbagai daerah, termasuk Klaten, Jawa Tengah.

Layanan Medis ACT Cegah Covid-19 di Klaten' photo
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim relawan medis MRI Klaten. Aksi ini merupakan langkah dari ACT Solo untuk mengedukasi warga untuk mencegah penyebaran Covid-19. (ACTNews)

ACTNews, KLATEN Merespons mewabahnya virus corona, ACT Solo bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar pelayanan kesehatan gratis serta penyemprotan disinfektan di Masjid Al-Furqon Seyegan, Karanganom, Klate Utara, Klaten. Kegiatan yang laksanakan pada Ahad (15/4) ini tak hanya sekadar aksi medis biasa saja, tapi juga ajang edukasi ke masyarakat terkait Covid-19.

Kegiatan yang diawali dengan penyuluhan tentang Covid-19 ini mengedukasi warga setempat tentang sebaran virus. Relawan juga mengajak masyarakat untuk menjaga gaya hidup sehat. Hal tersebut disosialisasikan ke masyarakat agar mereka tidak panik serta bijak dalam mengambil tindakan mencegah virus yang terus menyebar ini.

Kepala Cabang ACT Solo Septi Endasmoro mengatakan, aksi di Klaten ini merupakan cara ACT untuk mencegah penyebaran virus corona. “Warga juga sangat antusias pada aksi ini, mereka berbondong-bondong hadir untuk memeriksakan kondisi kesehatannya,” jelasnya.

Septi juga menjelaskan, ACT Solo sebagai lembaga kemanusiaan mengupayakan untuk ikut andil dalam merespons wabah Covid-19. Dengan adanya pelayanan kesehatan yang merupakan program reguler, ACT berupaya mencegah penularan virus corona, khususnya di Solo Raya melalui kantor cabang ACT Solo.

Di Kecamatan Karanganom, Klaten, ada empat masjid yang kami semprot disinfektan,” tambah Septi, Ahad (15/3).

Hal serupa juga dilakukan ACT Jawa Timur. Pada Selasa (17/3), bersama beberapa lembaga kemanusiaan lain, ACT Jatim melakukan penyuluhan serta penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Al-Akbar Surabaya. Langkah ini diambil demi mengurangi risiko tersebarnya virus corona di Surabaya. “Kami juga mengajak kelompok masyarakat, lembaga atau sekolah untuk mengundang tim ACT untuk menggelar sosialisasi kesehatan di tempat mereka,” kata Dipo Hadi selaku Kepala Program ACT Jatim.[]