Layanan Medis ACT Jangkau Pengungsi di Carita

Layanan Medis ACT Jangkau Pengungsi di Carita

ACTNews, PANDEGLANG - Memasuki hari kedua pascabencana tsunami yang menyapu pesisir Selat Sunda, Aksi Cepat Tanggap terus melakukan penanganan masa darurat. Simultan dengan evakuasi, Senin (24/12) sore ini, Tim Medis ACT juga telah terjun ke lokasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pengungsi.

Tim Medis ACT menggelar layanan medis pertama di Kampung Kadukokosan, Desa Tembong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Lokasi aksi bertempat di bangunan Sekolah Dasar (SD) Tembong 2, di mana warga dari pesisir Pantai Carita mengungsi.

Begitu sampai, tim pun mendapat respons yang baik. Puluhan pengungsi langsung memenuhi lokasi di mana Tim Medis ACT membuka pelayanan kesehatan gratis. Anak-anak hingga lansia datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

 

"Sekarang kami sedang berada di Desa Tembong, sejak datang kami sudah memeriksa lebih dari 30 orang. Para orang tua kebanyakan mengeluh pusing, setelah diperiksa rupanya mereka mengalami peningkatan tensi. Mungkin karena terlalu panik jadi tensinya meninggi," kata dr. Rizal selaku Koordinator Tim Medis ACT, Senin (24/12).

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga turut berdatangan. Kata dr. Rizal, mayoritas mereka mengidap flu dan batuk. "Cuaca sedang kurang baik, hujan terus-menerus, sedangkan mereka mengungsi di tempat terbuka, tanpa alat memadai, bahkan selimut mereka tidak punya. Jadilah anak-anak itu sakit batuk dan flu," kata dr. Rizal.

Di SD Tembong 2 sendiri, warga mengungsi di bangunan dengan fasilitas yang kurang memadai. Kamar mandi yang ada di lingkungan sekolah tidak memiliki sumber air untuk kebutuhan sanitasi. Setiap ruang kelas juga tidak memiliki listrik, sehingga tidak ada lampu yang bisa menyala di malam hari.

 

"Anak-anak itu setiap malam menangis, listrik tidak ada, mereka ketakutan, jadinya rewel. Mana kadang mereka merasa lapar sampai tidak bisa tidur. Rasa dingin karena hujan, kami membutuhkan selimut. Kami juga lapar, kami butuh bantuan makanan," jelas Samsia (30), salah seorang warga yang mengungsi di SD Tembong 2.

Untuk pelayanan gratis yang diberikan Tim Medis ACT, Samsia mengucap syukur dan terima kasih. "Kami berterima kasih, ACT sudah ke sini. Sejak kemarin belum ada yang sampai ke sini untuk beri bantuan, mungkin karena lokasinya sulit dijangkau. Terima kasih atas pelayanannya, semoga bisa ke sini lagi karena kami masih sangat membutuhkan," tutur Samsia. []