Layanan Telemedisin ACT Layani Lebih dari 20 Ribu Pasien

Sejak beroperasi pada 6 Juli lalu, Covid-19 Medical Careline Services telah membantu 26.102 pasien penerima manfaat di 20 Provinsi dan 63 Kabupaten/Kota di Indonesia dan menyalurkan 11.676 paket obat-obatan gratis.

Obat Gratis ACT
Salah seorang pasien penerima manfaat paket obat-obatan gratis dari Covid-19 Medical Careline Services ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Kekhawatiran masyarakat kini berkurang dengan layanan Covid-19 Medical Careline Services Aksi Cepat Tanggap. Sejumlah pelayanan yang disediakan antara lain memberikan bantuan paket obat-obatan kepada pasien isolasi mandiri Covid-19 dan layanan telemedisini.

Per 31 Agustus 2021, sebanyak 11.676 paket obat-obatan gratis telah disalurkan kepada penerima manfaat. Kehadiran paket obat-obatan gratis ini turut dirasakan Nisa, salah seorang warga di Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten.

“Alhamdulillah ACT sudah kirim obat buat anak dan bapak mertua saya yang lagi sakit. Semoga Tim ACT sukses selalu dan makin banyak bantu orang-orang seperti kami. Semoga makin banyak donatur yang menyalurkan dananya lewat ACT,” ungkapnya sambil bercampur haru.

Hal yang sama juga dirasakan Lisnawati, seorang warga di Kelurahan Kedunghalang, Kecamatan Bogor Utara, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia bersyukur walaupun rumahnya di luar wilayah DKI Jakarta, bantuan tetap hadir.

Sementara itu, Koordinator Covid-19 Medical Careline Services dr. Arini Retno Palupi mengungkapkan, rasa syukur dan terima kasih atas pencapaian program yang telah berjalan lebih dari satu bulan ini.

“Kami sangat bersyukur telah bisa membantu masyarakat yang kesulitan obat-obatan maupun fasilitas kesehatan lainnya bisa langsung terbantukan berkat layanan ini,” ungkapnya, Rabu (1/9/2021).

Drr. Arini mengatakan, ia dan tim tidak ingin berpuas diri. Aksi-aksi kemanusiaan lewat pelayanan kesehatan akan terus mereka perjuangkan dan maksimalkan. Sejak diluncurkan pada 6 Juli 2021 lalu, Covid-19 Medical Careline Services telah melayani 26.102 pasien penerima manfaat di 20 Provinsi dan 63 Kabupaten/Kota di Indonesia. Selain layanan telemedisin, bantuan juga hadir dalam bentuk esep elektronik, pelayanan home care, ambulans mobil dan motor, tabung oksigen, dan pelayanan ambulans jenazah.[]