Leader dan Kemenangan

Leader dan Kemenangan

Leader dan Kemenangan' photo

Ahyudin

Presiden ACT

 

Kayfamaa takuunuu yuwalla'alaykum 

(Bagaimana kualitas kamu, begitulah kualitas yang akan memimpinmu).

Ciri menonjol seorang leader, kegairahannya untuk selalu meraih kemenangan. Kita lihat dari perspektif rabbaniyah, ciri ini dimaknai semangat untuk unggul dalam kebaikan. Siapa pun yang memimpin dengan semangat unggul dalam kebaikan, niscaya secara ruhiyah ia memenangi kontestasi.

Dalam wacana kontestasi politik, publik dalam hati seorang bermental leader, selalu mendominasi kehendak melayani. Yang menggayutinya, keinginan melayani. Militansinya untuk berarti, mengalahkan hasrat berkuasa. Seseorang, sangat faham untuk apa ia berkuasa. Amat berbeda makna kekuasaan bagi orang berhasrat berkuasa: untuk dirinya dan untuk sebanyak-banyaknya orang lain, ataukah untuk kemaslahatan orang banyak.

Bagi orang berjiwa pemimpin, semakin besar hasrat meringankan beban orang lain, semakin besar impak kemenangan yang diraih. Karena pencapaian bukanlah diukur dari "kemenangan lahiriah". Kemenangan sejati bukan buah dari kalkulasi matematis; sebagaimana Allah tidak menyuguhkan hasil "pekerjaan" lantaran kita sudah bersusah-payah. "Ikhlas" menjadi imbalan yang takarannya berbeda dengan "pencapaian'.

Orang beriman memakai timbangan keikhlasan, saat orang matematis mengejar kemenangan harfiah. Urusan leadership sering disiasati dengan ikhtiar duniawi. Sadar atau tidak, cara ini seolah menipu diri: kolektif atau perorangan. Keikhlasan, dimensinya pada ke-Mahakuasa-an. Tidak ada ruang akal-akalan. Ada batasnya, tak mempan lagi mengakali ke-Mahakuasa-an Allah.

 

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan