Lebih dari 120 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar

Aksi Cepat Tanggap mengantarkan bantuan ke Desa Lok Baintan, salah satu desa terdampak banjir terparah di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Selasa (19/1/2021). Menggunakan perahu tim menyusuri sungai Martapura mencapai desa tersebut.

Kondisi di Pesantren Nurul Hidayah Lok Baintan saat dikunjungi Aksi Cepat Tanggap, Selasa (19/1/2021). Pesantren ini menjadi tempat mengungsi 200 orang sejak Kamis (14/1/2021). (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BANJAR – Sejumlah 120.416 jiwa terdampak banjir di Kabupaten Banjar. Jumlah tersebut paling banyak dibandingkan 10 kabupaten/kota lain di Kalimantan Selatan.

Aksi Cepat Tanggap pun berikhtiar menyampaikan bantuan logistik ke Desa Lok Baintan, salah satu desa terisolir di Kabupaten Banjar, Kecamatan Sungai Tabuk, Selasa (19/1/2021). Bantuan pangan memenuhi satu perahu menuju Pesantren Nurul Hidayah. Tim Tanggap Darurat ACT harus menggunakan perahu menyusuri Sungai Martapura dalam mengantarkan bantuan tersebut.

Komandan Tim Tanggap Darurat ACT Kusmayadi melaporkan, jalur sungai dipilih sebab keadaan lebih memadai. “Bantuan logistik ini akan mendukung dapur umum dan menyediakan pangan bagi penyintas banjir,” kata Kusmayadi. Pesantren Nurul Hidayah telah menjadi tempat bernaung hingga 200 jiwa selama lima hari. Mereka mendiami lantai dua pondok karena lantai bawah bangunan masih digenangi air setinggi dada orang dewasa.

Sejauh ini, Aksi Cepat Tanggap sudah membuka 11 posko wilayah untuk menangani banjir di Kalimantan Selatan, Kusmayadi menerangkan, di setiap posko wilayah, juga terdapat dapur umum untuk menyediakan pangan pengungsi.

Per Selasa, Pusat Pelayanan Informasi dan Kehumasan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melaporkan lebih dari 336 ribu jiwa terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan. Warga terdampak paling banyak ada di Kabupaten Banjar, yakni 120 ribu jiwa, diikuti Kabupaten Sungai Hulu Tengah sejumlah 64.400, Kota Banjarmasin 51 ribu jiwa, sementara Kabupaten Tabalong paling sedikit terdampak dengan 770 jiwa.[]