Lebih dari 20.000 Porsi Makanan Terdistribusi di Luwu Utara

Kebutuhan pangan korban banjir bandang di Luwu Utara terus dipenuhi Aksi Cepat Tanggap. Sejak Agustus lalu, ACT atas dukungan dermawan telah menghadirkan pangan melalui Humanity Food Truck. Selama sebulan, 20.400 porsi makan sudah terdistribusi hingga September ini.

Lebih dari 20.000 Porsi Makanan Terdistribusi di Luwu Utara' photo
Relawan ACT sedang menyiapkan hidangan siap santap untuk warga terdampak banjir Luwu Utara. (ACTNews)

ACTNews, LUWU UTARA – Merespons banjir Luwu Utara, sejak 3 Agustus lalu ACT telah menyiagakan salah satu armada terbaiknya, Humanity Food Truck. Terhitung hingga 9 September, total 20.400 porsi makanan terdistribusi bagi warga terdampak banjir dan relawan yang bertugas.

Koordinator Humanity Food Truck Ryan Andriana melaporkan, Rabu (9/9). Satu armada Humanity Food Truck mampu menyajikan sampai seribu porsi makanan siap santap per harinya. “Jumlah produksi di Luwu Utara kami sesuaikan dengan jumlah warga terdampak, warga di sekitar Humanity Food Truck, serta relawan yang sedang bertugas. Dalam satu porsi makanan tersebut terdiri dari nasi, lauk serta sayur siap santap,” jelas Ryan.

Senin (7/9) lalu misalnya, Humanity Food Truck menggelar aksinya di Kelurahan Baliase, Kecamatan Masamba, Luwu Utara. Sebanyak 600 porsi makanan siap santap terdistribusi ke pengungsian Kampal, Masamba, Baliase, Lombok, Mappadeceng, Lontang, Pontaden, Pemadam Kebakaran, Inkor serta Pasar Baebunta. Semua makanan yang disalurkan ke warga terdampak merupakan hasil dari kedermawanan masyarakat.

Ryan menambahkan, Humanity Food Truck-ACT merupakan armada kemanusiaan yang siaga dalam berbagai keadaan untuk melayani pemenuhan pangan. Dengan fasilitas alat dapur lengkap serta tim koki dan relawan, Humanity Food Truck dalam sehari bisa menghidangkan hingga maksimal dua ribu porsi. “Semua pihak bisa berpartisipasi untuk berderma melalui Humanity Food Truck dengan bersedekah melalui laman Indonesia Dermawan,” ajak Ryan.

Sampai saat ini, ACT telah memiliki empat unit Humanity Food Truck, tiga unit tersedia di Wakaf Distribution  Center, Bogor, sedangkan satu unit sedang berada di Luwu Utara dan akan disiagakan di Kantor Cabang ACT Sulawesi Selatan di Makassar. Hadirnya truk berdapur lengkap ini pun tak pernah lepas dari peran masyarakat, baik dalam pembuatan truk hingga aksi-aksi yang diselenggarakan.

Hingga kini, lumpur tebal masih mengepung permukiman warga di beberapa kecamatan di Luwu Utara. Lumpur yang datang bersamaan dengan banjir bandang Juli lalu hingga kini masih belum bisa teratasi sepenuhnya. Rumah-rumah warga tertimbun, hanya menyisakan atap saja. Harta benda di dalamnya ikut rusak, tak sempat terselamatkan. 

Dari laporan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT), pengungsian masih dipenuhi warga Luwu Utara. Mereka menempati tenda-tenda pengungsian walau sudah nyaris dua bulan bencana berlalu. Bahkan untuk pemenuhan pangan, mereka masih amat bergantung pada bantuan kemanusiaan.[]

Bagikan