Lebih dari 5.000 Nyawa Palestina Syahid Selama 13 Tahun Terakhir

Serangan zionis Israel dan pendudukan terhadap Palestina selalu memakan korban jiwa dan luka-luka setiap tahunnya. Palestina yang tertindas menjadi pihak dengan jumlah korban lebih banyak.

petugas medis evakuasi
Tim medis ACT mengevakuasi anak-anak di Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA — Serangan zionis Israel dan pendudukan terhadap Palestina selalu memakan korban jiwa dan luka-luka setiap tahunnya. Palestina yang tertindas menjadi pihak dengan jumlah korban lebih banyak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, dalam 13 tahun terakhir, jumlah warga Palestina yang meninggal dan luka-luka akibat serangan Israel dan pendudukan wilayah Palestina mencapai 125 ribu lebih.

Pada 2008 jumlah korban mencapai 877 orang dan sebanyak 2.325 orang luka-luka. Serangan dan pendudukan Israel terhadap Palestina berlanjut hingga tahun 2009 membuat 6.401 warga Palestina terluka dan 1.059 tewas. Peristiwa serangan 2008-2009 sebagian besar terjadi di Gaza. 

Lalu di tahun 2010 jumlah warga Palestina yang menjadi korban 87 orang meninggal dan  1.572 luka-luka, tahun 2011 meninggal 117 orang dan luka-luka 2.143 , tahun 2012 meninggal 259 dan luka-luka, 2013 meninggal 39 dan 3.992 orang. Meskipun cenderung landai, serangan Israel belum berakhir.


Tahun 2014 serangan kembali meletus. Total warga Palestina sepanjang tahun 2014 yang meninggal akibat serangan dan pendudukan Israel Mencapai 2.327 orang dan 17.533 terluka. Di tahun 2015 korban meninggal mencapai 174 dan 14.639 warga Palestina luka-luka. Lalu di tahun 2016 korban meninggal, masih mencapai ratusan, yakni 108, sejumlah 3.464 terluka. Tahun 2017 korban meninggal lebih sedikit, yakni 77 jiwa, namun korban luka hampir tiga kali lipat dari tahun sebelumnya, yakni 8.449 orang. 

Di tahun 2018, Israel kembali lancarkan serangan dengan brutal. Pemicunya adalah gerakan demonstrasi besar-besaran yang dilakukan warga di sepanjang jalur Gaza. Unjuk rasa dimulai sejak 30 Maret 2018 dan dilakukan setiap Jumat. Gerakan ini populer dengan sebutan Great March of Return.

Warga Palestina di Gaza menuntut hak untuk kembali ke rumah mereka, yang telah diambil Israel sejak tahun 1948. Para pengunjuk rasa juga menuntut diakhirinya blokade.


Laporan Aljazeera mengutip data Kementerian Kesehatan Palestina, Israel menembaki pengunjuk rasa selama demonstrasi menyebabkan 266 orang Palestina syahid dan melukai hampir 30.000 orang dalam satu tahun. Sementara PBB mencatat selama 2018 total warga Palestina meninggal 299 orang dan 31.259 luka-luka.

Great March of Return masih berlangsung hingga awal 2019. Sementara total korban meninggal akibat serangan dan pendudukan Israel di Palestina pada 2019 mencapai  137 dan luka-luka 15.491 orang.  Lalu di tahun 2020 luka-luka 2.751 dan meninggal 30 orang.

Total warga Palestina yang meninggal menurut data PBB akibat serangan dan pendudukan Israel periode 2008-2020 mencapai 5.733, dan luka-luka 120.444 orang. Dari 5.733, sebesar 71,67 persen adalah warga yang berada di Jalur Gaza, 17,46 persen di Deir Al-Balah, dan 10,33 persen di Tepi Barat.[]