Lebih dari 500 Hunian Rohingya di Cox’s Bazar Terbakar

Api melalap sedikitnya 510 hunian Rohingya di pengungsian Kamp Nayapara. Selain hunian, ratusan toko di pasar, masjid, pusat komunitas, hingga sekolah turut terbakar.

Bekas kebakaran di Kamp Nayapara yang terbakar Kamis (14/1/2021) pukul 01.30 waktu Bangladesh. (ACTNews)

ACTNews, COX’S BAZAR – Api bergerak cepat menghancurkan seluruh Blok E di Kamp pengungsi Nayapara, Cox's Bazar, Kamis (14/1/2021) pukul 01.30 waktu Bangladesh. Sedikitnya 510 rumah rusak berat. Mitra Aksi Cepat Tanggap di Cox’s Bazar melaporkan, masih banyak rumah yang belum terdata sehingga kemungkinan jumlah pengungsi Rohingya yang kehilangan tempat tinggal semakin bertambah.

Selain permukiman, areal pasar yang terdapat 100 toko, masjid, pusat komunitas, sekolah dan pusat layanan juga ikut terbakar. Asal muasal api belum diketahui. Tim Pemadam kebakaran pun baru bisa menjangkau lokasi pada pulu 03.00 pagi. 

Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response - ACT melaporkan, semua pengungsi korban kebakaran kehilangan barang berharga mereka. “Belum ada korban jiwa yang dilaporkan, namun ada dua anak yang hilang, dan sebagian terluka saat berusaha memadamkan api,” terang Firdaus.

Firdaus mengatakan, ACT berikhtiar merespons fase tanggap darurat ini. Dukungan dan solidaritas dermawan Indonesia tentu amat dibutuhkan. Di sisi lain, GHR-ACT akan terus berkoordinasi dengan mitra di Bangladesh.

Kasus kebakaran hunian Rohingya bukan hanya sekali terjadi. Pada November 2019, hunian Rohingya di kamp pengungsi internal Nget Chaung, Kota Pauk Taw, Arakan Utara, Myanmar, juga terbakar. 

Selain kebakaran, etnis Rohingya juga terbelenggu dalam penindasan dan kemiskinan. PBB mengatakan, etnis Rohingya merupakan etnis paling menderita di dunia. Mereka telah mengalami ancaman secara eskalasi dan berbagai ancaman secara komunal sejak 2012.[]