Legenda Tinju Nico Thomas Terima Apresiasi ACT

Semangatnya masih membara, walau setengah abad lebih kini usianya. Tinju seakan menjadi bagian hidup Nico Thomas.

Legenda Tinju Nico Thomas Terima Apresiasi ACT' photo

ACTNews, TANGERANG SELATAN – Suara sarung tangan tinju beradu terdengar dari salah satu tempat latihan tinju di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan. Peluh terlihat dari setiap mereka yang berlatih di atas ring.

Lepas Ramadan, tepatnya Senin (10/6) lalu, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) berkunjung ke lokasi berlatih tinju itu untuk bertemu mantan atlet tinju nasional, Nico Thomas. Di sana, ACT bersama Grab Indonesia dan Kitabisa.com memberikan apresiasi kepada Nico Thomas atas perannya dalam dunia tinju Indonesia.

Hari Senin itu bertepatan dengan usia Nico Thomas ke 53, ACT menyerahterimakan apresiasi berupa uang tuni sebesar Rp 10 juta. Apresiasi ini merupakan tahap pertama. Sedangkan tahap kedua nanti sebesar Rp 9,5 juta akan diberikan. “Kami memberikan secara bertahap apresiasi ini, memang ditujukan kepada para mantan atlet yang telah memberikan yang terbaik untuk bangsa dengan bidang mereka,” ungkap Koordinator Program Mobile Social Rescue (MSR)-ACT Nurjannatunaim, Jumat (14/6).

Nico Thomas merupakan petinju Indonesia kelahiran Ambon 10 Juni 1966. Nico merupakan anak ke-12 dari 16 bersaudara. Di tubuhnya seakan mengalir darah petinju. Kakaknya, Charles Thomas, merupakan seorang petinju yang juga menjadi pelatih Nico.

Dalam kariernya, ia pernah menjadi juara tinju dunia kelas terbang mini versi organisasi tinju internasional (IBF). Nico menang tinju tingkat internasional itu setelah mengalahkan petinju Thailand Samuth Sithnaruepol dengan drama panjang hingga mengulang pertandingan di Jakarta pada 17 Juni 1989. Sebelumnya pada 1985 diajang Sea Games Bangkok, Thailand, Nico berhasil menyabet medali perunggu di ajang tinju.

Nama Nico Thomas sempat seakan hilang dari dunia tinju pasca ia tak lagi bertanding di ring profesional. Akan tetapi namanya kembali dikenal publik setelah menjadi salah satu pembawa obor Asian Games yang pada 2018 lalu dihelat di tanah air. 

Di pertengahan tahun 2019 ini, tepatnya setelah Ramadan, ACT melalui program MSR memberikan apresiasi ke Nico Thomas sebagai atlet yang mengharumkan bangsa dengan prestasi tinjunya. Tak hanya Nico Thomas, sebelumnya beberapa atlet juga telah menerima apresiasi dari ACT bersama mitra. Sebut saja atlet balap sepeda Sutoyono dan Alexander Palulo dari cabang olahraga sepak bola.

Apresiasi dari ACT dan Grab tak akan berhenti sampai sini saja. Direncanakan pada Senin (17/6) mendatang, ACT akan menyambangi kediaman petinju legendaris Eliyas Pical. []

Bagikan