Lembaga Kemanusiaan dan Figur Publik Indonesia Penuhi Undangan Audiensi ke Kedubes Palestina

Mengiringi perjuangan Palestina, Indonesia memberikan berbagai dukungan baik berupa bantuan materil ke masyarakat Palestina maupun diplomasi-diplomasi ke organisasi internasional seperti PBB atau Organisasi Kerjasama Islam.

Kedubes Palestina
Tim Aksi Cepat Tanggap memenuhi undangan Kedubes Palestina di Jakarta Pusat. (ACTNews/Masita)

ACTNews, JAKARTA Upaya untuk merdeka terus dilakukan rakyat Palestina agar bisa terlepas dari cengkraman penjajah Israel. Mengiringi perjuangan Palestina, Indonesia memberikan berbagai dukungan baik berupa bantuan materil ke masyarakat maupun diplomasi-diplomasi ke organisasi internasional seperti PBB atau Organisasi Kerjasama Islam.

“Pemerintah Indonesia saat ini melakukan pergerakan diplomasi ke organisasi internasional baik melalui OKI ataupun PBB yang mana pergerakan ini kami apresiasi. Seperti yang dikatakan oleh presiden Joko Widodo beberapa saat lalu bahwasanya Palestina sampai saat ini mengalami penjajahan dan bangsa Indonesia akan membantu palestina untuk mendapatkan kemerdekaannya. Maka wajib bagi kita semua bukan hanya memberikan rasa solidaritas tapi juga harus mengadakan, melakukan pergerakan yang masif dan tepat,” ujar Zuhair al-Shun, diterjemahkan oleh juru bicara kedutaan dari bahasa Arab, Kamis (20/5/2021).

Zuhair menambahkan, penjajahan yang dilakukan oleh Israel tidak mempunyai rasa kemanusiaan, tercermin dari cara mereka menggunakan peluru, rudal, dan persenjataan militer lainnya. Sedangkan rakyat Palestina hanya bisa membalas dengan lemparan batu.

“Sampai saat ini pula masyarakat Palestina berpegang teguh terus berjuang demi kemerdekaan dan juga terus menjaga Al Aqsa. Secara ringkas kami sampaikan saat ini banyak statemen dari PBB, OKI, dan negara Eropa yang mendukung akan kemerdekaan Palestina. Namun disayangkan sampai saat ini statemen yang diberikan tidak dapat menghentikan serangan Israel. Maka wajib untuk PBB menekan Israel untuk menjaga wibawa organisasinya,” tambah Zuhair. 

Andi Noor Faradiba dari Tim Global Humanity Response ACT yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, menindaklanjuti kondisi Palestina saat ini ACT turut menginisiasi lahirnya Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP).

“Kami telah mengirimkan ribuan surat resmi ke seluruh civil society dan NGO seluruh dunia. Alhamdulilah saat ini kita punya ratusan partner di Turki, Lebanon, Yordania, dan tentunya di Palestina yang sudah siap dan mendeklarasikan akan bergabung dengan KIPP,” ujar Faradiba.

Direktur ACT Regional DKI, Banten, dan Tangerang Muhammad Basair yang juga hadir dalam kesempatan itu juga menyampaikan kepada Dubes Palestina terkait kegiatan ACT di Palestina lebih jauh. ACT telah berkiprah sejak tahun 2009 silam dalam payung besar Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam.

Langkah itu semakin diperkuat dengan kelahiran KKIPP yang akan menjadi gerakan edukasi secara eksklusif, tekstual, dan harfiah membahas tentang pembebasan Palestina. “Mudah-mudahan sambutan masyarakat internasional terutama untuk membantu pembebasan Palestina bisa segera terwujud,” ujarnya.[]