Lewat Berdagang Camilan, Irma Berjuang demi Rumah Impian

Produksi camilan Irma Erpiana (32) belakangan menurun bahkan modalnya sampai terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal dari sana jugalah ia dan keluarga bisa memenuhi kebutuhan harian serta menabung demi rumah impian.

Irma bersama dagangannya yang siap dikemas. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG – Tidak seperti kebanyakan warga di Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Irma Erpiana (32) tak bisa mencari rezeki dengan menjadi tenaga kerja di luar negeri. Disabilitas di bagian mata menjadi alasannya, sehingga ia mencoba mengumpulkan kepingan rezeki di tanahnya sendiri.

Selama 5 tahun belakangan, usaha yang digelutinya adalah produksi camilan. Dengan produksi jajanan semacam makaroni dan keripik, Irma bisa membiayai kebutuhan keluarganya. Penghasilannya bisa mencapai Rp 1,5 juta per bulannya. Di samping memenuhi kebutuhan, mereka juga memiliki impian untuk menghuni rumah sendiri karena sampai kini mereka masih tinggal bersama orang tua.

Untuk produksi, setiap hari Irma berangkat pukul 7 pagi ke pasar untuk membeli bahan, setelah diproses kemudian suaminyalah yang akan mengemas dagangan tersebut. Selain berkeliling, dagangan juga mereka jajakan secara personal melalui daring.

Pelangannya paling banyak adalah anak-anak sekolah. Namun semenjak pandemi sekolah tutup, seiring juga dengan jalur rezekinya yang agak tersendat. Keuntungan pun berkurang, sehingga modal terpakai untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.


Irma saat sedang melayani pembelinya. (ACTNews)

Pasangan suami-istri ini pun mencoba memutar otak bagaimana caranya agar dagangan mereka dapat kembali berjalan seperti sediakala. Sejauh ini mereka baru berkeliling lebih jauh dan memanfaatkan jaringan online yang tersedia serta meluaskannya. Sempat juga mereka terpikir untuk meminjam demi modal. “Pernah berpikir gadaikan BPKB atau ambil bank keliling. Tapi setelah dipikir lebihnya terlalu besar,” ujar Irma.

Kemudahan itu datang melalui Global Wakaf – ACT lewat program Wakaf Modal Usaha Mikro. Dengan adanya penyaluran modal, Irma kini bisa mengembangkan usahanya lagi. “Untung ada Global Wakaf – ACT yang membantu tanpa memeras, meringankan tanpa mempersulit,” syukur Irma saat menerima bantuan modal usaha tersebut pada Sabtu (19/9) lalu.


Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT mengatakan bahwa Irma akan menggunakan modal ini untuk membeli mesin produksi agar pembuatan dagangannya menjadi lebih mudah. “Bu Irma bilang bahwa beliau akan menggunakan modal usaha ini untuk membeli mesin giling. Sehingga, ia tak perlu jauh-jauh lagi dan mengeluarkan ongkos tambahan juga untuk itu. Harapannya, hasil mencari nafkahnya bisa lebih besar lagi dan kelebihan itu bisa digunakan beliau buat menabung,”

Selain Irma, ada 17 pedagang lainnya yang menerima bantuan permodalan di Desa Sindangmukti pada Sabtu (19/9) dan Ahad esoknya. Wahyu berharap bantuan ini dapat bermanfaat untuk para pelaku usaha ultramikro di sana. “Kami juga berharap dukungan para dermawan melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro. Semoga akan lebih banyak lagi para penerima manfaat yang dapat kita bantu, baik di Desa Sindangmukti maupun wilayah-wilayah lainnya di Indonesia, terutama di masa-masa sulit ini,” ajak Wahyu. []