Lewat Pelatihan, Global Wakaf dan ZIS Rohis Lintasarta Bangun Daya Juang UMKM

Global Wakaf-ACT kembali mengadakan pelatihan untuk para UMKM penerima bantuan modal usaha. Pelatihan yang digelar Sabtu (8/1/2022) lalu ini, merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan pendampingan Sedekah Usaha Mikro Indonesia yang disponsori oleh ZIS Rohis Lintasarta.

pelatihan umkm
Acara ini bertajuk "Bangkitkan Ekonomi Ummat dengan Penguatan Usaha Mikro dan Pendampingan Usaha." (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Global Wakaf-ACT kembali melaksanakan pelatihan dan bimbingan kepada puluhan penerima manfaat dari program bantuan modal usaha. Acara yang bertajuk "Bangkitkan Ekonomi Ummat dengan Penguatan Usaha Mikro dan Pendampingan Usaha" ini, diadakan di Aula Masjid Al Falaah, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (8/1/2022) lalu.

Kegiatan tersebut menghadirkan Asdwin Panigoro yang menyampaikan materi terkait pemasaran produk, serta tips-tips meluaskan jaringan dan konsumen, serta Valentino Dinsi dengan motivasi tentang sedekah sebagai investasi terbesar dan semangat kolaborasi bisnis untuk membangkitkan ekonomi umat. Selain mendapat materi dan bimbingan, peserta pelatihan juga melakukan presentasi kondisi dan perkembangan usaha yang mereka miliki.

”Alhamdulillah perkembangan penerima manfaat program ini sangat terlihat. Terlebih dari pola pikir mereka untuk terus belajar dan mengelola usaha serta mengurangi rasa takut untuk menjual hasil inovasi yang mereka buat. Selain itu, rasa untuk selalu membantu orang lain dan keinginan untuk berkontribusi bagi umat dari hasil usaha mereka semakin terlihat kuat,” kata Rushan Novaly dari Tim Wakaf Modal Produktif.

Helatan ini merupakan penutupan dari rangkaian kegiatan pendampingan Sedekah Usaha Mikro Indonesia yang disponsori oleh ZIS Rohis Lintasarta, yang berjalan sejak September 2021 lalu. Rushan berharap dari sejumlah pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan, para penerima manfaat dapat lebih siap dalam menjalankan usaha.


Ada puluhan penerima manfaat yang mengikuti pendampingan program ini sejak September 2021 lalu. (ACTNews)

“Kami tahu bahwa pemberian modal tanpa pendampingan hanya akan memberikan efek jangka pendek. Sedangkan pendampingan usaha yang dilakukan 1 sampai 2 tahun bisa mengubah mindset dan karakter para UMKM untuk sama-sama membangun ekonomi umat ini, insyaallah," ujar Rushan.

Hal senada diungkapkan oleh Adit dari Tim Pemberdayaan Zakat Lintasarta. Pihak ZIS Lintasarta mengapresiasi program ini setelah melihat sendiri bagaimana dampak baik pendampingan dan pelatihan usaha ini bagi para penerima bantuan.

"Kami mempercayakan kepada Global Wakaf-ACT, dan allhamdulillah banyak hal baik. Terutama yang dirasakan oleh para penerima manfaat. Kami juga berharap, meskipun program ini sudah ditutup, tetap ada pendampingan berkala dari program pemberdayaan lain di Global Wakaf-ACT yang bisa mendorong UMKM untuk terus bangkit,” harap Adit.


Pengalaman itu yang dirasakan Suhadi, salah seorang penerima manfaat. Dari berjualan bakso biasa, kini ayah dari delapan orang anak ini memperbanyak varian baksonya menjadi bakso telur, tahu, mercon, hingga bakso beranak, dan dipasarkan secara daring.

“Rencana terdekat saat ini membuka usaha es serut di lokasi berjualan bakso, serta menambah jenis usaha lain. Secara spiritual, hal yang istikamah dilakukan yang saya lakukan adalah bersedekah dengan memberikan semangkuk bakso pertama secara gratis saat usaha dibuka setiap hari,” kata Suhadi. []