Lewat Pendampingan, Petani Laura Ubah Kebiasan Bermain Domino Jadi Mengaji

Sebelumnya, sebagian besar petani di Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru lebih banyak menghabiskan waktu dengan menongkrong sembari bermain domino. Setelah bergabung dalam pendampingan program MPPI, para petani juga mulai intens mempelajari ilmu agama.

Suasana pengajian di Musala Rahmatullah, yang diikuti warga sekitar khususnya para petani yang mengikuti program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia. (ACTNews/Ali Ridho)

ACTNews, BANJARBARU – Dampak positif program Wakaf Modal Usaha Mikro dan Masyarakat Produsen Pangan Indonesia rupanya tak hanya untuk kesejahteraan petani, namun juga bermanfaat dari aspek spiritualitas para petani. Hal ini sangat dirasakan oleh para petani di Kelurahan Landasan Ulin Utara (Laura), Kota Banjarbaru.

Pendamping Masyarakat Produsen Pangan Indonesia Laura Ali Ridho menceritakan, jauh sebelum masuknya program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia, banyak kebiasaan yang menurutnya negatif yang dilakukan masyarakat sekitar, khususnya para petani. Misalnya saja menongkrong di warung sembari bermain domino. “Kadang sampai kebablasan main taruhan alias judi,” kata Ali Ridho saat dihubungi via sambungan telepon, Selasa (10/11).

Ia pun mulai  berpikir untuk berikhtiar mengajak rekan-rekan sekitarnya untuk meninggalkan kebiasaan buruk ini. Seperti membuat grup WhatsApp yang diikuti oleh rekannya sesama petani. Ikhtiarnya pun berbuah hasil, rekan-rekannya lantas mengubah kebiasaannya dari menongkrong menjadi ikut pengajian.

“Ternyata praktiknya cukup sulit. Alhamdulillah dalam kurun waktu satu tahun, mereka (para petani) bisa berubah dan sebagai buktinya, sekarang mereka sudah membuat musala sendiri. Alhamdulillah mereka juga tidak menyadari kalau saya melakukan pendekatan seperti itu,” tutur Ali Ridho.


Proses pembangunan musala yang diberi nama Rahmatullah ini memakan waktu tiga bulan, sejak dibangun pada Juni 2020. Setelah selesai dibangun pada September 2020, Ali Ridho bertekad untuk mengajak rekan-rekannya untuk memakmurkan Musala Rahmatullah. Sehingga, ia menggagas untuk melaksanakan kegiatan di musala, salah satunya pengajian.

“Di saat yang bersamaan ketika ingin mengisi kegiatan musala ini, Masyarakat Produsen Pangan Indonesia pun datang. Akhirnya, masyarakat banyak yang saya masukkan sebagai anggota,” ungkap Ali Ridho.

Sehingga, dengan hadirnya program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia, selain membangkitkan perekonomian petani, juga semakin memuluskan ikhtiar Ali Ridho untuk penguatan spiritualitas para petani. Termasuk dengan mengundang motivator dari ESQ Kalimantan Selatan, Denny Kurniawan, pada akhir Oktober 2020 lalu, untuk penguatan kejiwaan para petani.


“Sekarang saya sudah tahu kuncinya, jika ingin menguatkan spiritual mereka. Saya tidak mengundang ustaz. Bisa saja saya mengundang ustaz, tapi tidak berpenampilan seperti ustaz, supaya tidak ada jarak di antara mereka,” tandas Ali Ridho.

Di kesempatan terpisah, Kepala Cabang ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengapresiasi ikhtiar Ali Ridho yang bertekad mengubah kebiasaan para petani menjadi lebih baik. Apalagi, dengan adanya Masyarakat Produsen Pangan Indonesia dapat menjadi perantara bagi penguatan para petani, baik dari sisi spiritual maupun penguatan ekonomi.

“Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, tentu para petani benar-benar terdampak. Dengan adanya Masyarakat Produsen Pangan Indonesia ini, tentu membuat para petani dapat bertahan dan bisa bangkit dari sisi ekonomi. Di sisi lain, ikhtiar pak Ali Ridho untuk menguatkan spiritualitas para petani juga lebih mudah,” kata Zainal. []