Lika-Liku Perjuangan Tini Jalani Usaha Demi Keluarga

Ngatinah (55) atau akrab disapa Tini, kini menjadi kepala keluarga bagi anak tunggalnya semenjak sang suami meninggal dunia. Ia juga harus memenuhi kebutuhan keluarga. Setelah meninggalkan usaha pengolahan kain, ia sekarang berfokus berjualan makanan.

bantuan modal usaha
Warung tempat ia berjualan berada di Desa Ngarus, tepatnya di kawasan Asrama BRIMOB Pati. (ACTNews)

ACTNews, PATISemenjak suaminya meninggal dunia, Ngatinah (55) atau akrab disapa Tini, menjadi kepala keluarga untuk anak semata wayangnya. Ia sempat menjalani dua usaha, yakni daur ulang kain perca menjadi kain lap dan berjualan makanan untuk sampingan.

Seiring waktu berjalan, usaha pengolahan kain perca mengalami penurunan hasil yang tajam karena harga bahan baku yang meroket. Sehingga ia meninggalkan usaha tersebut dan berfokus berjualan makanan.

"Makanan yang ia jual antara lain ada getuk, lopis, petis tangkar, aneka gorengan, dan camilan yang juga menyediakan minuman dingin dan hangat sebagai pelengkapnya. Warung tempat ia berjualan berada di Desa Ngarus, tepatnya di kawasan Asrama BRIMOB Pati. Lokasi itu lumayan strategis karena masih dalam wilayah perkotaan dan mudah dijangkau," kata Rushan Novaly dari Tim Global Wakaf-ACT pada Kamis (3/6/2021) lalu.

Tini sempat merenovasi warungnya bermodal pinjaman bank. Ia juga mengganti barang-barang di warungnya yang tidak layak pakai. Usahanya pun berjalan lancar. Di samping pelanggan harian, Tini juga sering mendapat pesanan getuk dan lopis dalam partai besar untuk acara seperti pernikahan dan syukuran.

Sayang, tak lama kemudian pandemi datang. Pesanan dalam jumlah banyak yang biasa Tini kerjakan mendadak berhenti. Hal ini pun berdampak pada pendapatannya, Tini hanya mampu membawa uang Rp50 ribu dan paling besar Rp100 ribu dengan tanggungan pinjaman bank ditambah bunga. “Bu Tini kapok dan tak ingin lagi berurusan dengan pinjaman berbunga," tambah Rushan.

Ikhtiar mendampingi pengusaha skala kecil di tengah pandemi, Global Wakaf-ACT hadir untuk Tini. Modal usaha tanpa riba diberikan. Tak sekadar menopang berjalannya usaha, modal dari program Wakaf Modal UMKM ini juga ingin mengedukasi penerima manfaat dan masyarakat untuk menghindari riba dalam segala sendiri kehidupan.[]