Lili Mencoba Bangkit dengan Modal Rp400 Ribu

Pandemi Covid-19 membuat usaha kue Lili Sakdiah bangkrut. Bermodal Rp400 ribu, Lili mencoba bangkit.

serah terima modal
Salah satu penerima bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, ACEH UTARALili Sakdiah penjual kue basah di Dusun Al-Huda Desa Glok, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara tengah mengalami masa sulit akibat Covid-19. Sebelum pandemi, Lili mempunyai usaha yang bernama Abiyya Cake, membuat beraneka ragam bolu, dan kue-kue yang biasa dipesan untuk berbagai acara.

Saat situasi normal atau sebelum pandemi Covid-19, Lili bisa meraup keuntungan hingga Rp500 ribu per hari. Namun, Covid-19 memberi dampak besar terhadap perekonomiannya. “Sekarang banyak kegiatan yang dilakukan melalui zoom atau secara online, dampaknya ke pesanan kue jadi sepi,” kata Lili, Sabtu (6/3/2021). 

Sang suami, Dahri (34), tidak punya pekerjaan tetap. Sehingga belum mampu menopang perekonomian keluarga. Akan tetapi, Dahri berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi perekonomian dengan menjadi buruh bangunan dan bekerja serabutan. Hal ini menjadi pelecut bagi Lili untuk ikut berjuang dan bangkit. 

Lili dan suami masih memiliki anak usia dua bulan. Tentu, membutuhkan perawatan dan dana ekstra agar tumbuh kembangnya maksimal. “Saya tetap coba jualan walau kecil-kecilan. Modal dasar hanya 400 ribu (rupiah) dan keuntungannya tidak lebih dari 65 ribu. Kadang uang segitu enggak cukup buat kebutuhan harian,” tutur pelaku usaha yang tak jarang menggunakan modal dagang untuk menutupi kebutuhan.

Saat ini, Lili berharap, bisa memiliki modal lebih. Ia ingin meningkatkan pesanan kepada konsumen agar dapat meningkatkan penghasilan keluarga. Sehingga kebutuhan dan pengeluaran keluarga setiap hari dapat terpenuhi.

Melihat pentingnya kebutuhan modal, Global Wakaf-ACT Jumat (5/3/2021) kemarin menyerahkan bantuan modal usaha kepada Lili. Bantuan ini hadir melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia untuk pelaku usaha kecil dan mikro serta terdampak pandemi.

“Terima kasih atas bantuan modal usaha ini,” ungkap Lili.

Selain Lili, bantuan serupa juga menyasar usaha lain di berbagai penjuru Indonesia, termasuk wilayah terdampak bencana. Di Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan misalnya. Bantuan yang bersumber dari dana wakaf masyarakat ini hadir untuk membangun kembali usaha yang hancur akibat bencana.[]