Longsor dan Banjir Terjang Kabupaten Bandung

Longsor dan Banjir Terjang Kabupaten Bandung

Longsor dan Banjir Terjang Kabupaten Bandung' photo

ACTNews, BANDUNG - Hujan deras yang terus mengguyur Kabupaten Bandung mengakibatkan longsor di Kecamatan Soreang. Bencana longsor terjadi di Kampung Patrol, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung pada Kamis (21/2) malam, sekitar pukul 19.00 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Sudrajat mengatakan, longsor di Kecamatan Soreang terjadi akibat material tanah yang terbawa air dari ketinggian sekitar 50 meter. Longsoran juga membawa lumpur masuk hingga ke dalam rumah warga.

Tak hanya longsor, intensitas hujan yang tinggi juga membuat Sungai Citarum tak lagi mampu menampung debit air. Luapan air pun berujung pada bencana banjir dengan ketinggian rata-rata mencapai 130 sentimeter di tiga kecamatan Kabupaten Bandung. Tiga kecamatan itu antara lain Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, dan Kecamatan Bojongsoang.

Kabar terkini yang diperoleh dari hasil pemantauan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jawa Barat pada Jumat (22/2) pukul 15.50 WIB, status bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung telah naik menjadi waspada. Pasalnya, ada sejumlah sungai dan hulu sungai di Kabupaten/Kota Bandung yang mengalami kenaikan debit air hujan.

Sementara Koordinator MRI Jabar Atep Salman mengungkapkan, banjir memang sering terjadi secara pasang surut di Kabupaten Bandung. Terlebih saat musim hujan, kata Atep, kebanyakan warga di tiga kecamatan itu mengaku telah terbiasa bahkan sampai enggan untuk mengungsi.

“Banjir di sini memang langganan dari tahun ke tahun ketika musim hujan, warga pun sudah terbiasa. Bahkan, setiap kami melakukan aksi evakuasi, warga lebih memilih bertahan di rumahnya. Sebagian ada yang bertahan, sebagian ada yang mengungsi,” ungkap Atep kepada tim ACTNews pada Jumat (22/2).

Hingga sekarang Atep dan segenap relawan MRI Jawa Barat terus melakukan pemantauan untuk menentukan langkah yang tepat dalam membantu korban terdampak. "Sebelum terjun ke lapangan, kami harus lihat situasi dan kondisi, wilayah mana yang masuk zona hijau dan mana yang masuk ke zona merah,” pungkas Atep. []

Sumber foto: Dok. ACT, Pikiran Rakyat, Republika.co

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan