Longsor di Bogor, Warga Diminta Mengungsi

Longsor terjadi di Desa Cipinang, Kabupaten Bogor, pada Ahad (12/9/2021) akibat hujan intensitas tinggi. Akibat kejadian ini delapan rumah yang mengalami keretakan.

longsor di Bogor
Longsor menerjang sejumlah permukiman warga di Desa Cipinang, Kabupaten Bogor. (BNPB)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Bencana longsor terjadi di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor pada Minggu (12/9/2021). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 17 KK atau sekitar 93 warga terdampak. Dua hari sebelumnya dua rumah warga di wilayah itu mengalami rusak berat akibat material longsor.

“Kini warga yang terdampak sudah mengungsi dikarenakan sudah mendapatkan imbauan dari pemerintah,” ujar Adi, operator Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Bogor, dalam keterangan resmi yang diterima ACTNews, Senin (13/9/2021).

Tim Program ACT Bogor Barat, Yhoko Kunchoro mengatakan berdasarkan keterangan masyarakat di sekitar lokasi, salah satu pemicu longsoran mungkin diakibatkan oleh aktivitas pendirian beton pancang. Beton pancang ini difungsikan sebagai penahan material longsor di sisi barat dan barat laut pada tambang batuan andesit ini.

“Beton pancang itu enggak kuat tahan material. Dari hari Jumat getaran itu udah mulai dirasakan, material longsoran kecil juga sudah mulai berjatuhan. Akhirnya beton itu jebol pada hari Ahad. Ada puluhan korban yang mengungsi karena khawatir ada longsor susulan,” jelasnya.

Ia melanjutkan sampai dengan saat ini, koordinasi masih terus dilakukan dengan sejumlah aparat desa. “Kemarin relawan sudah ada yang pasang pembatas dengan bambu agar tidak dilewati oleh warga. Edukasi juga akan diberikan kepada mereka, mengingat banyaknya warga yang ingin kembali ke rumah,” kata Yhoko.

Berdasarkan analisis peringatan dini gerakan tanah dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada September 2021, Kecamatan Rumpin termasuk wilayah dengan potensi menengah hingga tinggi, serta berpotensi banjir bandang. Sejumlah kecamatan lain di kabupaten ini berada pada kategori menengah hingga tinggi untuk gerakan tanah.[]