LTM Blora, Totalitas untuk Kualitas Hewan Kurban

LTM Blora, Totalitas untuk Kualitas Hewan Kurban

LTM Blora, Totalitas untuk Kualitas Hewan Kurban' photo

ACTNews, BLORA - Sepoi angin pagi diiringi hawa panas khas kemarau menyapa tim Global Qurban (GQ). Pekan kedua Juli 2018 kemarin, menggunakan mobil merah ditemani Lasmin, salah seorang pengurus Lumbung Ternak Masyarakat (LTM), tim GQ bergegas menuju LTM di Desa Wakaf - Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Beberapa menit menyusuri jalanan kecil yang dikelilingi sawah, kami sampai di LTM Desa Sambongrejo.

Memasuki LTM, kesan luas dan bersih hadir di depan mata. Beberapa kandang domba berjejer, tampak peternak sibuk membersihkan kandang dan kontrol kesehatan terhadap sekitar 1.000 domba. Menurut Lasmin, tindakan ini dilakukan agar domba yang sakit langsung dapat diobati dan dipisahkan dari domba yang sehat. Setelah pengecekan, barulah ternak-ternak tersebut diberi pakan.

“Pakan untuk penggemukan (fattening) dengan pakan untuk pembibitan (breeding) itu berbeda. Kalau untuk penggemukan itu pakan yang sudah difermentasi selama satu hari. Kalau pembibitan itu pakan tanpa fermentasi,” ujar Lasmin.

Dalam obrolan santai, Lasmin menjelaskan, pakan untuk penggemukan biasanya terdiri dari rumput, katul, jagung, kangkung, menir jagung dan polar. Kemudian campuran itu ditambah lagi dengan garam, vitamin, mineral dan tetes tebu untuk memberikan rasa bagi pakan.

Pakan kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang ditutup. Lalu didiamkan selama satu hari sehingga proses fermentasi terjadi.

“Adapun pakan untuk pembibitan berbeda cara mengolahnya. Tidak melalui proses fermentasi. Pakan ini murni dari rumput odot yang dicampur dengan vitamin dan protein,” papar Lasmin

Menjaga Kualitas Domba Kurban

Selesai memberikan pakan, para peternak beralih mengarit rumput odot yang berjarak beberapa langkah dari kandang ternak. “Pekerjaan ini dilakukan sampai jam 11 siang. Rumput kemudian dipotong menjadi potongan kecil dengan mesin pemotong yang terletak di samping tanaman rumput odot,” cerita Lasmin

Satu hal yang unik, ada terapi khusus yang diberikan peternak LTM untuk domba-dombanya. Sebelum memasuki waktu Zuhur, Total sebanyak 11 peternak melepas lelah di rumah kecil sebelah mesin pemotong rumput. Tak lupa, Sujarto, salah seorang peternak, memutar kaset ayat suci Al-Qur’an dengan menggunakan pengeras suara. “Kalau sudah dengar ngaji, dombanya jadi lebih tenang. ndak rewel mas,” kata Sujarto sembari terkekeh.

Salat Zuhur sudah ditunaikan, ikhtiar menjaga kualitas domba-domba LTM kembali dilanjutkan. Pakan odot yang sudah dikumpulkan kemudian dicampurkan dengan bahan pakan lainnya.

“LTM di sini hanya memproduksi rumput odot. Untuk bahan pakan lain kita terima dari LTM Cabean. Setelah itu baru difermentasikan untuk digunakan besok harinya,” jelas Lasmin.

Para peternak melanjutkan aktivitas dengan pemberian pakan kedua pada pukul tiga sore. Sebelumnya, pengecekan kesehatan terhadap domba-domba kembali dilakukan sekali lagi, memastikan para ternak tak ada yang sakit. 

Untuk tetap menjaga kebersihan, hewan ternak dimandikan minimal satu kali dalam satu minggu. Menurut Yudi, penanggungjawab LTM di Blora yang kami temui, memandikan hewan ini diwajibkan tidak hanya di LTM Desa Sambongrejo tetapi juga di setiap LTM yang ada di Blora. Pak Yudi juga menekankan pentingnya pemberian pakan yang berkualitas bagi hewan kurban.

“Saat ini kami punya sekitar 5.000 domba di sepuluh kandang. Satu kandang besar di LTM Desa Gadu khusus untuk pembibitan 1.000 domba betina. Tiga kandang besar untuk penggemukan yang terletak di LTM Desa Cabean, Desa Sambongrejo dan Desa Kentong mengelola total 3.000 domba. Dan tujuh kandang di rumah-rumah yang tersebar di Kecamatan Sambong dan Kecamatan Cepu dengan jumlah 1.000 domba,” jelasnya.

Yudi menuturkan untuk menjaga kualitas hewan kurban, LTM Blora memiliki tim pembuat pakan. Tim ini berada di LTM Cabean yang menjadi pusat distribusi bahan pakan. Pakan disebar ke LTM-LTM yang ada di rumah-rumah dan kandang besar.

Menjaga kualitas pakan, memandikan domba, dan mengecek selalu kesehatan domba adalah bentuk ikhtiar LTM Blora. Ikhtiar yang sebenarnya sederhana, namun dengan pengulangan dan kesungguhan, hasilnya nampak jelas. LTM di seluruh Blora menghasilkan domba-domba kurban yang berkualitas dengan bobot yang ideal.

“Alhamdulillah, saat ini berat hewan kurban sudah berkisar 24 sampai 29 kg. Sebelum hari Iduladha kita harapkan sudah mencapai 27 kg,” pungkasnya.

Jarum jam menunjukkan pukul lima sore. Satu per satu peternak meninggalkan kandang hewan beristirahat di rumah masing-masing, mengumpulkan tenaga untuk mengurus hewan kurban keesokan harinya. Satu peternak bergantian bermalam di LTM untuk menjaga hewan dan mengairi rumput odot.

Rutinitas itu terus berulang bagi para peternak LTM yang tersebar di sekitar Kabupaten Blora. Rutinitas yang disatukan dengan totalitas untuk menjaga kualitas hewan kurban terbaik. []

Bagikan

Terpopuler