Luaskan Kedermawanan, Bergerak Bersama Relawan Filantropi Indonesia

Rentetan bencana yang berlangsung di masa pandemi mendorong Aksi Cepat Tanggap meluaskan filantropi dan aksi kemanusiaan, salah satunya dengan menginisiasi gerakan Relawan Filantropi Indonesia.

Gerakan Relawan Filantropi Indonesia diluncurkan pada Senin (18/1/2021) sebagai upaya memasifkan aksi kemanusiaan, kedermawanan, dan kerelawanan. (ACTNews/Dyah Sulistiowati)

ACTNews, JAKARTA – Awal tahun 2021, Indonesia kembali berduka atas terjadinya bencana alam di sejumlah daerah, antara lain longsor di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Sabtu (9/1/2021), banjir di Kalimantan Selatan sejak Selasa (12/1/2021), dan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Barat pada Jumat (15/1/2021).

Rentetan bencana yang berlangsung di masa pandemi mendorong Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk meluaskan filantropi dan aksi kemanusiaan untuk membantu langsung masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya dengan menginisiasi gerakan kerelawanan, yakni Relawan Filantropi Indonesia (RFI). Relawan yang tergabung dalam gerakan ini diharapkan dapat terlibat langsung dalam kegiatan yang benar-benar bisa membantu saudara-saudara yang dilanda musibah. 

“Sehingga kami menggerakkan relawan di mana pun, untuk terlibat dalam gerakan nasional relawan ini, yang disebut dengan Relawan Filantropi Indonesia. Melalui gerakan ini, kami ingin menghimpun berbagai elemen masyarakat yang ingin terlibat dalam bidang kemanusiaan, khususnya menghimpun dana kepedulian masyarakat untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak pandemi, bencana alam, dan kemiskinan. Siapa pun bisa terlibat, karena ACT akan memfasilitasi alat dan sistem baik secara online atau offline. Ini akan kita bangun supaya seluruh masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa kemanusiaan bisa terlibat,” ujar Direktur Eksekutif ACT, Awal Purnama, dalam peluncuran Gerakan Relawan Filantropi Indonesia, Senin (18/1/2021).

Ardiyansyah selaku Head of RFI menambahkan, gerakan ini bagian dari dimensi kerelawanan karena bangsa Indonesia adalah bangsa relawan. “Dan bangsa relawan itu bangsa pejuang, bangsa pejuang itu bangsa pemenang. Hari ini bangsa kita diuji, bagaimana kita berperan, maka relawan ini kan berbicara tentang giving. Relawan berkaitan dengan aksi kemanusiaan dan kedermawanan. Ini pula yang tercermin dalam tiga nilai utama ACT, yakni kemanusiaan, kedermawanan atau filantropi, dan kerelawanan. Semuanya jadi satu kesatuan, ada relawan rescue, ada relawan komunikasi, ada relawan filantropi, dan ada relawan kemanusiaannya,” jelasnya.

Relawan Filantropi Indonesia menjadi satu medium yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia sebagai relawan filantropi dengan mudah dan cepat. Aktivasi kerelawanan nantinya akan dilakukan dengan sistem offline dan online yang disediakan.

“Misal secara online, kami mengakomodir milenial yang ingin ikut berkontribusi sebagai relawan filantropi. Mereka bisa mengakses web relawanfilatropi, nanti ada tata cara pendaftarannya dari web ini. Setelah mendaftar, ada akses dashboard yang terhubung dengan platform-platform dari lembaga-lembaga yang tergabung dalam Global Islamic Philanthropy (GIP), seperti ACT, Global Wakaf, Global Zakat, Global Qurban, dan situs urun dana Indonesia Dermawan. Di sana akan terpampang program-program kemanusiaan yang sedang digulirkan di Indonesia dan sejumlah negara terdampak krisis kemanusiaan. Relawan filantropi bisa menyebarkan kampanye-kampanye kemanusiaan dan mengajak publik dalam gerakan kebaikan. Ini menjadi bentuk kepedulian para relawan untuk memberikan waktu, tenaga, pikiran, semangat lahir batin untuk berkontribusi,” tambah Ardiansyah.

Sementara secara offline, calon relawan filantropi bisa mendaftar langsung di kantor-kantor cabang ACT yang tersebar di 34 provinsi, dengan 63 cabang di seluruh Indonesia. Posko-posko kemanusiaan juga akan dibuka, khusus untuk pendaftaran Relawan Filantropi Indonesia dan informasi keberadaan posko-posko ini akan dipublikasikan di kanal media sosial ACT.

Selain itu, tim ACT di seluruh cabang akan menjemput atau mendatangi kampus, sekolah, dan komunitas untuk mengajak insan peduli untuk bergabung sebagai relawan filantropi. Tujuannya adalah bergerak bersama meluaskan filantropi dan aksi-aksi kemanusiaan.[]