Luasnya Dampak Kekeringan di Jawa Barat

Awal musim kemarau di tahun 2019 ini sudah menimbulkan dampak yang luas. Di Jawa Barat misalnya, BMKG telah menandai wilayah ini sebagai status “Awas” kekeringan.

ACTNews, SUKABUMI Setidaknya dalam satu bulan terakhir warga di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat mulai merasakan dampak kekeringan. Di Sukabumi misalnya, dari data yang dikumpulkan tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Barat, ada 11 kecamatan yang sudah mengalami kekeringan.

Kecamatan di Sukabumi yang terdampak kekeringan ialah Cikakak, Gunungguruh, Cibadak, Palabuhanratu, Warungkiara, Bantargadangm Cikembar, Gegerbitung, Caringin, Jampang Tengah serta Jampangkulon.

Kepala Program ACT Jabar Adi Nurdiansyah, Rabu (3/7), mengatakan, hasil asesmen sementara yang tim ACT lakukan di Jabar, Sukabumi menjadi wilayah terluas yang terdampak kekeringan. “Di awal musim ini sudah ada 11 kecamatan yang terdampak kekeringan,” jelas Adi.

Dampak dari kekeringan ini mulai sulitnya masyarakat mendapatkan air bersih untuk berbagai keperluan, termasuk pertanian. Adi menambahkan, selain Sukabumi, Indramayu dan Purwakarta menjadi daerah terparah yang terdampak kekeringan di tahun 2019 ini.


Di Indramayu, sebuah jalan amblas di Desa Kertasmaya, Kecamatan Jertasenaya, Kabupaten Indramayu, Jumat (21/6) lalu. Jalan longsor ini diduga akibat dari keringnya tanah akibat kemarau yang melanda Indramayu sejak dua bulan terakhir.

Muhsin selaku Koordinator Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Indramayu mengatakan pada Jumat (28/7), timnya melakukan aksi terkait longsor di Kertasmaya. Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk mengatasi permasalahan di awal musim kemarau ini.

Pada Selasa (27/6) lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merilis potensi kekeringan di beberapa wilayah di Indonesia. Dari grafis yang dipublikasikan BMKG, terlihat Jawa serta gugusan kepuluan Sunda Kecil ditandai warna merah untuk “awas” dan oranye sebagai tanda “Siaga”.

Jawa Barat, dari rilis BMKG, ditandai merah sebagai stastus “Awas” kekeringan. Pemberian status ini dilakukan setelah terjadi hari tanpa hujan lebih dari 61 hari, termasuk Indramayu.

Untuk menanggulangi semakin parahnya dampak kekeringan di Jawa Barat, ACT Jabar telah merencanakan pendistribusian air bersih. Adi menjelaskan, timnya sudah melakukan asesmen di beberapa kabupaten/kota di Jabar. “Pantauan kami, 8 kabupaten/kota telah terdampak kekeringan. Sukabumi, Purwakarta dan Indramayu menjadi wilayah terdampak terparah,” pungkasnya. []