Luasnya Manfaat Lumbung Ternak Wakaf

Bagi sebagian besar pekerja, mengurus hewan kurban di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Tasikmalaya bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga sebuah nilai ibadah.

Luasnya Manfaat Lumbung Ternak Wakaf' photo
Iran (50) membersihkan mesin penggiling kotoran domba di Lumbung Ternak Wakaf (LTW) Tasikmalaya. (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, TASIKMALAYA – Iran (50) masih menggosok bersih mesin penggiling kotoran domba. Ia adalah salah satu warga Cintabodas yang bekerja di Lumbung Ternak Wakaf Tasikmalaya binaan Global Wakaf - ACT. Sore itu, Selasa (10/12) bertepatan dengan sehari sebelum peluncuran kembali LTW Tasikmalaya, Iran turut bebenah menyiapkan yang terbaik untuk ditampilkan ke masyarakat.

“Ini mesin penggiling kotoran. Hasilnya dibuat pupuk kandang yang nanti buat memupuk odot,” terang Iran kepada ACTNews, masih sambil menggosok-gosok mesin penggiling berwarna hijau itu. Bapak tiga anak itu mengaku, pekerjaannya sebagai pengolah pupuk rumput odot di LTW Tasikmalaya juga dimaknai ibadah.

Sehari, Iran bisa menggiling 200 karung kotoran domba. Satu karung dapat berisi 30 kilogram kotoran. Dulu, sebelum LTW memiliki mesin, kotoran domba disebar begitu saja ke lahan odot. “Kalau pakai odot, hasilnya lebih bagus, sekarang ada saya yang urus. Saya di bidang pengolahan kotoran baru empat bulan, sebelumnya di pengaritan odot,” lanjut Iran. Ia pun bersyukur mendapat pekerjaan tetap di LTW Tasikmalaya. Iran mengaku lega mendapat pekerjaan tetap dengan upah di atas upah minimum Tasikmalaya.

Selain Iran, Cahyati (40), warga Kampung Cimahi, Desa Cintabodas, juga merasakan manfaat LTW Tasikmalaya. Suami Cahyati adalah salah satu pekerja di LTW Tasikmalaya. “Alhamdulillah berkat berdirinya LTW di sini, kehidupan sehari-hari keluarga kami tercukupi,” akunya. Suami Cahyati, Uum, menjadi salah satu pekerja sejak awal LTW berdiri.

“Alhamdulillah, penghasilan bapak dari LTW bisa membantu kehidupan rumah tangga dan biaya sekolah anak-anak,” ungkap Cahyati yang anak tertuanya baru saja menyelesaikan studi di Yogyakarta itu.

Koordinator LTW Tasikmalaya Rosman mengatakan, tujuan pemberdayaan masyarakat di LTW Tasikmalaya selain menghasilkan ternak yang berkualitas adalah penyejahteraan karyawan dalam hal ekonomi dan pendampingan sosial keagamaan. Rosman mengatakan, hasil yang meluas melalui LTW merupakan maslahat produktivitas wakaf. “Kita beribadah bersama,” kata Rosman. []


Bagikan