Luka Bakar Azriel Mendapatkan Perawatan dari ACT

Azriel, remaja asal Lombok Utara, mengalami luka bakar hampir di seluruh badan. Pengobatannya belum maksimal akibat kendala biaya. Ahad (15/9) kemarin, ACT berkesempatan mengunjungi Azriel untuk memberikan pengobatan.

Tim medis ACT sedang melakukan pemeriksaan kepada Azriel, remaja yang mengalami luka bakar hampir seluruh tubuh, Ahad (15/9). (ACTNews)

ACTNews, LOMBOK TIMUR Kondisi Azriel (11) kini sangat memprihatinkan. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka bakar. Tak banyak gerakan yang dapat ia lakukan. Rasa perih saat ini harus terus dirasa bocah yang sedang duduk di bangku sekolah menengah pertama ini.

Azriel merupakan anak pasangan Hamzun dan Nuraeni, warga Dusun Tumbu, Desa Tumbu Mulia, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lombok Timur. Dua bulan sudah Azriel harus menahan perih akibat luka bakar yang hampir membakar seluruh tubuhnya. Luka ini ia dapatkan ketika menambal ban motornya di sebuah bengkel, Ahad (14/7) lalu.

Hamzun menuturkan, ketika berada di bengkel tambal ban secara tak sengaja tukang tambal ban menumpahkan bensin ke baju anaknya ketika hendak menyalakan api untuk tambal ban. Seketika api menyala dan membakar tubuh Azriel. “Tukang tambal ban dibantu warga sekitar langsung membawa anak saya ke puskesmas terdekat, namun keterbatasan peralatan puskesma mengharuskan Azriel dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Selong Lomtim,” ungkap Hamzun, Ahad (15/9).

Satu setengah bulan mendapatkan pengobatan dan perawatan medis di RSUD Selong, Azriel diizinkan pulang untuk menjalani perawatan di rumah. Namun, luka bakar di seluruh tubuh Azriel belum sepenuhnya sembuh, ia masih harus melakukan pemeriksaan medis serta mengonsumsi obat-obatan dan membeli perlengkapan penunjang. Sayang, kondisi perekonomian keluarga yang masih kurang baik membuat Azriel tak maksimal melakukan pengobatan dan membeli peralatan penunjang medis, yang totalnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Bagi orang tua Azriel, uang puluhan juta adalah jumlah yang besar, sehingga keluarga tak sangggup bila harus membeli semua obat dan perlengkapan medis yang dibutuhkan. Sampai saat ini orang tua hanya menggunakan obat serta perlengkapan medis seadanya untuk merawat luka bakar Azriel.

Ahad (15/9), relawan medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan tim dari Pusat Perawatan Luka Modern-AWCC Lombok menyambangi kediaman Azriel dan orang tuanya di Desa Tumbu Mulia. ACT datang untuk melihat kondisi Azriel serta memberikan perawatan serta pembersihan luka bakar. Azriel juga menjalani fisioterapi didamping ahlinya.

Hari Supandi dari Tim Medis ACT mengatakan, kondisi Azriel sangat memprihatinkan. Luka bakar yang diderita mencapai 60 persen, jadi harus sering dibersihkan dan dirawat agar luka cepat mengering dan pulih. Kondisi keluarga yang prasejahtera menambah sulit proses pengobatan. “Secara rutin relawan medis akan datang untuk memberikan perawatan kepada Azriel. Hari ini juga ada pemberian donasi untuk meringankan beban keluarga,” ungkap Hari.[]