Lumbung Air Wakaf Hadirkan Layanan Air Minum untuk Umat

Menjawab persoalan krisis air bersih yang mengancam, Global Wakaf-ACT menghadirkan program Lumbung Air Wakaf sebagai salah satu solusi. Lumbung Air Wakaf akan menghadirkan layanan air minum gratis, ditujukan untuk kebutuhan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia.

Lumbung Air Wakaf Hadirkan Layanan Air Minum untuk Umat' photo
Salah satu lahan pertanian di Pandeglang yang mengalami kekeringan total. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA - Air minum merupakan kebutuhan paling utama dalam tubuh manusia serta sarana transportasi untuk mengirimkan zat-zat gizi ke semua sel tubuh manusia. Air juga penting untuk proses pencernaan, untuk penyerapan, asimilasi, dan eksresi. Bahkan 60-70% persen tubuh manusia, adalah air.

Namun, air semakin langka. Kompas mengutip buku The Uninhabitable Earth: Life After Warming (2019), empat miliar manusia atau dua per tiga populasi saat ini sudah hidup di wilayah yang mengalami kekeringan setidaknya satu bulan tiap tahunnya. Pemenuhan air bersih waga untuk konsumsi harian pun kian krisis.

Sementara itu, maraknya komersialisasi dan kapitalisasi air bersih layak minum menggerakkan Global Wakaf – ACT untuk dapat berperan memproduksi air minum gratis, dengan meluncurkan produk Air Minum Wakaf. Produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan umat di seluruh penjuru Indonesia.

ACT memiliki program reguler berupa distribusi air bersih. Program-program tersebut akan makin lengkap dengan hadirnya Lumbung Air Wakaf. (ACTNews/Eko Ramdani)

“Global Wakaf – ACT telah menginisiasi program baru, yakni Lumbung Air Wakaf, yang memproduksi Air Minum Wakaf. Nantinya, air minum ini akan dibagikan secara gratis kepada para penerima manfaat yang ada di pesantren, sekolah, masjid, masyarakat kurang mampu yang ada di penjuru negeri,” kata Wahyu Novyan selaku Direktur Program ACT, Senin (16/12).

Lumbung Air Wakaf merupakan bagian dari program Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang berusaha memenuhi kebutuhan dasar masayarakat melalui wakaf. Sebelumnya, Global Wakaf-ACT juga telah membuat program berupa Lumbung Beras Wakaf (LBW) dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW) untuk pemenuhan pangan.

“Untuk kebutuhan minum, dan segala aktivitas-aktivitas penerima manfaat lainnya yang membutuhkan air, maka kita siapkan juga program Lumbung Air Wakaf. Jadi turunannya ada beras, ada air, bahkan ternaknya juga sedang kita kembangkan,” ujar Wahyu.

Selain menjadi solusi atas kebutuhan air minum masyarakat, Lumbung Air Wakaf akan berperan mengedukasi dan mengenalkan masyarakat secara luas tentang wakaf. Masyarakat akan melihat dan merasakan langsung bagaimana program yang dihasilkan dari pengelolaan dana wakaf dengan cara mudah.

“Program Lumbung Air Wakaf akan kita luncurkan pekan ini. Selain wilayah kesulitan air, sasaran yang kita tuju adalah pondok pesantren yang terbatas dari segi fasilitas, masjid-masjid yang kondisinya serupa, juga sekolah-sekolah yang masuk dalam kategori prasejahtera,” jelas Wahyu.

Implementasi program Lumbung Air Wakaf berupa pemberian Air Minum Wakaf dalam kemasan gelas (240 ml), botol (330 ml, 600 ml dan 1,5 liter) untuk memenuhi kebutuhan air minum di masjid dan pesantren. Masing-masing masjid dan pesantren mendapatkan 1.000 liter Air Minum Wakaf dengan skema 40% kemasan 240 ml, 20% kemasan 330 ml, 20% kemasan 600 ml, dan 20% kemasan 1,5 liter.

“Rencana awal distribusi akan kita berikan 20 ribu karton air minum wakaf dalam bentuk gelas, 220 ml, dan botol 600 ml. Sebanyak 10 ribu botol/gelas akan kita distribusikan di Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta 10 ribu sisanya di Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta,” kata Wahyu.

Wahyu berharap, Lumbung Air Wakaf dapat berjalan dengan lancar sehingga makin melengkapi program-program air dari ACT yang sebelumnya telah berjalan. Sejauh ini ACT telah memiliki armada Humanity Water Truck untuk memenuhi kebutuhan air bersih dari masyarakat.

“Kami berharap, program ini dapat berjalan lancar mulai dari peluncuran sampai implementasinya. Sehingga Lumbung Air Wakaf ini dapat melengkapi dan mendukung program-program air kita yang sebelumnya berjalan,” harap Wahyu. []


Bagikan