Lumbung Beras Wakaf Pasok Kebutuhan Pangan Pengungsi Banjir NTT

Global Wakaf-ACT akan mengirim 50 ribu kilogram beras berkualitas yang berumber dari Lumbung Beras Wakaf di Kabupaten Blora. Selain bermanfaat bagi penerima, program Beras Wakaf ini juga menguntungkan para petani, karena gabah yang dipanen akan dibeli langsung oleh Global Wakaf dengan harga terbaik.

Beras-beras yang telah dikemas di Lumbung Beras Wakaf di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (ACTNews)

ACTNews, BLORA – Banjir bandang dan badai yang menerjang beberapa kabupaten di Nusa Tenggara Timur pada Ahad (04/04/2021) lalu banyak menimbulkan korban. Selain merenggut nyawa, bencana ini juga menyebabkan permukiman warga rusak. Akibatnya, puluhan ribu jiwa terpaksa mengungsi di berbagai titik.

Untuk membantu para penyintas, Global Wakaf-ACT akan mengirimkan sebanyak 50 ribu kilogram beras kualitas terbaik yang bersumber dari Lumbung Beras Wakaf (LBW) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Saat ini beras-beras tersebut sedang dikemas dengan rapi agar sewaktu pengirimannya aman. Rencananya, beras-beras ini akan kami kirim melalui jalur laut,” ujar Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf, Selasa (13/04/2021).

Wahyu menjelaskan, lewat program beras wakaf ini, selain berguna bagi para penerima, juga menguntungkan para petani yang bermitra dengan Global Wakaf. Selain itu, secara tidak langsung petani ikut dalam misi kemanusiaan yang tengah ACT jalani.


“Petani dapat manfaat besar, karena gabah yang dipanen petani akan dibeli langsung oleh Global Wakaf-ACT dengan harga terbaik untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan,” jelas Wahyu.

Untuk diketahui, pengiriman puluhan ribu kilogram beras ini, merupakan aksi lanjutan yang telah dilakukan ACT sebelumnya, di mana pendistribusian makanan siap santap dari dapur umum dan aksi tim Humanity Medical Services-ACT memberikan pelayanan kesehatan kepada para penyintas bencana banjir NTT. Proses asesmen pun terus berlanjut. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pendistribusian bantuan dan pelayanan yang akan diberikan sesuai kebutuhan penyintas di tiap-tiap wilayah.[]