Lumbung Pangan Wakaf untuk Tasikmalaya yang Lebih Berdaya

Lumbung Pangan Wakaf untuk Tasikmalaya yang Lebih Berdaya

Lumbung Pangan Wakaf untuk Tasikmalaya yang Lebih Berdaya' photo

ACTNews, TASIKMALAYA - Indonesia dan pertanian menjadi dua hal yang tak terpisahkan. Sektor pertanian menjadi salah satu sektor penting untuk kemajuan Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, pada pertumbuhan ekonomi triwulan II 2018, kontribusi pertanian pada laju pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 13,63 persen. Ini menempatkan sektor pertanian berada posisi kedua teratas setelah industri pengolahan.

Namun, pertumbuhan ini tidak disertai dengan peningkatan kesejahteraan petani. Penghasilan yang pas-pasan serta harus berhubungan dengan tengkulak adalah segelintir contoh masalah yang meraka hadapi. Masalah yang terus menjadi topik hangat di Indonesia. Permasalahan inilah yang ingin diselesaikan oleh Global Wakaf melalui program-program wakaf seperti program Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang bertujuan untuk menyejahterakan petani yang bermuara ke swasembada pangan.

Sebagai bentuk keseriusan, Global Wakaf telah meluncurkan program LPW di berbagai daerah di Indonesia seperti Merauke, Blora, Aceh dan yang terbaru Kabupaten Tasikmalaya. Rabu (5/12), LPW Tasikmalaya yang terletak di Kampung Cimahi, Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega ini resmi beroperasi dengan menggiling gabah sekitar 2.000-an kg. Gabah-gabah tersebut dibeli dari petani lokal dengan harga terbaik.

“Mayoritas masyarakat desa ini bermatapencarian sebagai buruh tani, tercatat sebanyak sekitar 2.303 orang. Kehidupan petani di sini terbilang kurang sejahtera. Beberapa petani di sini bertani hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Masalah nambah rumit dengan adanya tengkulak yang main harga. Petani minjam modal di tengkulak dalam bentuk pupuk dengan harga yang kurang pas,” ujar Rosman penanggungjawab LPW Tasikmalaya.

Rosman menuturkan, LPW ini sudah mulai dibangun sejak Oktober lalu dan selesai pada awal Desember. Saat ini, LPW sudah memberdayakan 6 orang dengan rincian 2 orang sebagai operator LPW, 1 orang administrasi dan 3 orang bagian pengadaan. Selain menjadi pemasok beras bagi PT. Hydro Perdana Retailindo yang merupakan salah satu perusahaan wakaf di bawah Global Wakaf, beras dari LPW Tasik yang dibeli dari petani lokal juga dipasarkan kepada masyarakat setempat.

Puji Saepul dari tim Global Wakaf Tasikmalaya menambahkan, kehadiran LPW Tasikmalaya ini untuk memudahkan para petani dalam mengelola dan menjual gabah mereka dengan harga terbaik. Dengan begini, rantai tengkulak dapat diputuskan dan para petani secara bertahap akan menjadi lebih sejahtera.

“Rencana ke depannya, Insya Allah kita akan membantu 500 petani dengan meminjamkan pupuk sebanyak 50kg per orang tanpa bunga. Kita bantu untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian di sini. Kita bantu terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan pertanian. Selain itu kita juga akan lakukan pembinaan dengan mendatangkan tim ahli di bidang pertanian,” ungkap Puji.

Hingga saat ini, tim Global Wakaf terus berikhtiar untuk memproduktifkan dana wakaf melalui program-program unggulan. Di Tasikmalaya sendiri, sebelumnya sudah dibangun aset wakaf lainnya dalam bentuk program Lumbung Ternak Wakaf (LTW) dan Sumur Wakaf. Melalui LTW puluhan masyarakat diberdayakan dan 1.100 ekor domba didistribusikan ke masyarakat untuk kurban tahun 2018. Dengan hadirnya LPW, semakin memproduktifkan wakaf seperti program Global Wakaf di Blora.

“Di Blora itu sudah lengkap program-program wakaf dengan adanya Sumur Wakaf, LTW, dan LPW. Semuanya bersinergi dengan memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat sekitar. Kita juga sedang mewujudkan hal yang sama. Kita wujudkan produktivitas wakaf,” pungkas Puji. []

Bagikan

Terpopuler