Lumbung Sedekah Pangan Hadir untuk Pekerja TPA di Tasikmalaya

Dampak ekonomi pandemi turut dirasakan para pengepul sampah di TPA Ciangir Tasikmalaya. Harga sampah per kilogramnya kini dihargai lebih rendah. Aksi Cepat tanggap Tasikmalaya pun berikhtiar membantu mereka dengan mengajak para dermawan menyampaikan bantuan pangan Lumbung Sedekah Pangan setiap minggunya.

Lumbung Sedekah Pangan Hadir untuk Pekerja TPA di Tasikmalaya' photo
Oon menunjukan hasil paket pangan yang ia dapatkan dari rak Lumbung Sedekah Pangan ACT- Tasikmalaya. (ACTNews/Rimayanti)

ACTNews, TASIKMALAYA Bertahun-tahun Oon (55) berjibaku menghabiskan separuh waktunya untuk mencari nafkah di tengah gunungan sampah. Sebuah Karung dan sebilah besi menjadi teman setianya mencari sampah-sampah di TPA Sampah Ciangir Tasikmalaya. 

Meskipun di masa pandemi, Oon tetap bekerja mencari sampah karena ia harus menghidupi dirinya setiap hari. Sejak lima tahun yang lalu, Oon memang berjuang seorang. Sang suami sudah meninggal dunia. Setiap hari, ia berangkat pagi hari dan baru pulang sore. Ia baru mendapatkan uang dari hasil mencari barang bekas jika sampah yang ia kumpulkan telah dijual. 

“Tidak menentu, kadang sehari bisa mengumpulkan tiga sampai lima kilogram sampah. Dapat uangnya enggak setiap hari, tergantung sama sampah yang didapat, paling seminggu sekali saya jual ke pengepulnya” ungkap Oon.

Perjuangan Oon mencari nafkah kini kian sulit. Sejak pandemi mewabah, harga sampahnya pun lebih rendah dihargai. Jika sebelumnya satu kilogram sampah yang sudah dikumpulkan bisa dihargai Rp 2500 per kilogram, saat ini hanya dihargai Rp 1500 saja.

 

Di tengah baunya tumpukan sampah yang menyengat, Oon tetap semangat mencari nafkah. Bukan ia tidak takut penyakit yang bisa saja menyerangnya, namun kesulitan yang ia alami saat ini lebih menjadi alasan untuk tetap bisa bekerja menghidupi diri. “Dulu masih dapat penghasilan Rp 80 ribu, sekarang paling Rp 40 Ribu per minggu,” tambah Oon. 

Melihat kondisi Oon dan pekerja lainnya di TPA Sampah Ciangir, Tim ACT Tasikmalaya menyalurkan bantuan pangan setiap pekannya melalui program Lumbung Sedekah Pangan yang diaktivasi setiap tiga hari dalam seminggu. M fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya mengatakan, bantuan pangan dihadirkan untuk membantu kebutuhan masyarakat prasejahtera yang mencari nafkah dari TPA.

“Dampak ekonomi dari adanya pandemi Covid-19 ini juga dirasakan para pekerja harian di TPA Ciangir Tasikmalaya. Kepedulian di tengah kondisi sulit ini sangat dinanti oleh mereka yang membutuhkan. Kami berharap, Program LSP ini bisa meringankan mereka yang kesulitan dalam pemenuhan pangan,” ungkap Fauzi.[]

Bagikan