Lumbung Sedekah Pangan Semarakkan Hari Pangan Sedunia

Pangan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak sejak hadirnya pandemi Covid-19. Bersamaan dengan Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada Kamis (16/10) lalu, ACT melalui Lumbung Sedekah Pangan menggencarkan aksi kebaikan dan meluaskan ajakan berbagi pangan ke semua pihak.

Lumbung Sedekah Pangan Semarakkan Hari Pangan Sedunia' photo
Anak-anak yang juga menerima paket pangan berupa sayur-mayur dari Lumbung Sedekah Pangan di Banjarmasin, Ahad (18/10). (ACTNews)

ACTNews, BANJARMASIN, BANJAR – Setiap 16 Oktober, dunia selalu memperingatinya sebagai Hari Pangan Sedunia. Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga menyemarakkannya dengan menyalurkan sedekah masyarakat lewat Lumbung Sedekah Pangan, Ahad (18/10). Di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan misalnya. Lumbung Sedekah Pangan yang hadir di sana membagikan kebutuhan pangan ke warga prasejahtera dengan melibatkan berbagai pihak.

Sayur-mayur menjadi paket pangan yang dibagikan pada Ahad pagi itu. Sawi, bayam, terong, bawang daun, hingga seledri dibagikan ke permukiman warga prasejahtera serta pengguna jalan yang kebetulan melintas di Jalan Pramuka KM 6, Banjarmasin. Selain permukiman dan pengguna jalan, paket pangan berupa sayuran ini juga diserahkan ke salah satu panti asuhan dan pondok pesantren di Kabupaten Banjar.

Dicky, Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kota Banjarmasin, mengatakan, Hari Pangan Sedunia yang disemarakkan melalui Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan dapat menjadi ikhtiar menjaga ketahanan pangan. Apalagi di tahun ini masyarakat kian sulit memenuhi kebutuhan pangan akibat melemahnya ekonomi di masa pandemi.

“Semoga paket sayur-mayur hari ini bisa memberikan manfaat ke warga yang menerima,” harap Dicky.

Pendistribusian paket pangan di Kalsel tersebut melibatkan banyak pihak. Selain warga di sekitar Lumbung Sedekah Pangan, juga relawan MRI, hingga kelompok pengusaha mikro yang mendapatkan akses modal dari program Wakaf Modal Usaha Mikro pun ikut dalam kegiatan kebaikan ini.

Selain di Kalimantan Selatan, Lumbung Sedekah Pangan juga hadir di ratusan titik lain di Indonesia. Per 18 Oktober, sudah tersedia 174 titik Lumbung Sedekah Pangan di 44 kota/kabupaten. Kegiatan ini pun melibatkan hingga 987 relawan dengan lebih dari 14 ribu keluarga penerima manfaat.

Retno Sulistiyani dari Tim Program ACT Kalimantan Selatan mengatakan, Gerakan Lumbung Sedekah Pangan akan terus diluaskan, salah satunya wilayah Kalsel. Pasalnya, kebutuhan pangan saat ini sangat mendesak dipenuhi karena pandemi yang belum juga berakhir dan berpengaruh pada berbagai sektor.

“Ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk menggulangi dampak pandemi. Kenapa ‘kita bersama’? Karena Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan melibatkan semua pihak dalam pelaksanaannya,” jelas Retno.

Hadirnya Lumbung Sedekah Pangan merupakan ikhtiar ACT untuk menjembatani kepedulian masyarakat. Lumbung Sedekah Pangan yang ada bisa diisi oleh semua orang dan bisa diambil secukupnya oleh semua orang. Selain dalam bentuk natura, dermawan juga bisa bersedekah dalam bentuk uang melalui ACT. Nantinya, dana yang terkumpul akan dikonversi menjadi barang kebutuhan pokok untuk memenuhi urusan pangan masyarakat.[]