Majelis Al Firqoh Annajiyah Jadikan Wakaf Bekal Abadi di Akhirat Kelak

Hesti Nugraheni dan sejumlah temannya saat SMA dan kuliah membentuk Majelis Al Firqoh Annajiyah untuk membantu saudara yang membutuhkan di Bumi Syam melalui wakaf. Mereka yakin wakaf mengalirkan pahala abadi di akhirat kelak.

Penyerahan apresiasi oleh Presiden Global Wakaf N. Imam Akbari (kanan) kepada Hesti Nugrahani, perwakilan Majelis Al Firqoh Annajiyah di acara Wakaf Bisnis Forum Jakarta, Sabtu (19/12). (ACTNews/Gina Mardani)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – “Kami sempat diskusi, ini usia sudah lewat dari senja. Apa yang bisa kita bawa pulang ketika nanti menghadap Allah?” cerita Hesti Nugrahani (50), warga Jakarta Selatan, Sabtu (19/12). Hesti mewakili teman-temannya di Majelis Al Firqoh Annajiyah menghadiri Waqf Business Forum oleh Global Wakaf-ACT yang juga diselenggarakan hari itu.

Majelis Al Forqoh Annajiyah baru didirikan setengah tahun lalu. Saat ini, mereka tengah menghimpun wakaf untuk pembangunan sumur di Bumi Syam. Anggota di majelis itu adalah teman satu almamater SMA dan universitas di Jawa Timur 32 tahun lalu. Silaturahmi alumni kini kembali diperkuat lewat semangat berbagi.

Sejauh ini, hesti mengaku, majelis ini menambah nilai silaturahmi mereka. Jika sebelumnya saat reuni mereka hanya berbincang ringan, melalui proyek amal berjamaah, mereka mulai membahas nilai-nilai kemanusiaan.

Diakui Hesti, para anggota majelis memang orang-orang yang sudah berusia lebih dari separuh abad. Seiring itu pula, Hesti dan teman-teman memperdalam ilmu agama. Mereka pun ingin memiliki ladang pahala berjemaah yang tetap bermanfaat untuk umat ketika mereka meninggal dunia.

“Ternyata jawabannya adalah wakaf. Kami yakin, ketika usia kami di dunia ini sudah selesai, pahala wakaf masih terus mengalir. Itu yang memotivasi banyak teman-teman kami ikut serta, juga jadi prioritas kita,” lanjut Hesti.

Hesti pun merasa bersyukur, sebab Majelis Alfirqoh Annajiyah bisa menyatukan teman-temannya yang jauh tinggal lintas benua. Mereka pun mencari nazir yang bisa menjangkau kolega mereka di luar negeri dan mengimplementasikan program sesuai tujuan mereka, berwakaf di Bumi Syam. Pilihan itu jatuh pada Global Wakaf-ACT.

“Insyallah, berikutnya kami akan membuat projek musim dingin, sumur, mahaat, dan masjid di Bumi Syam,” harap Hesti.[]