Mak Boh Rajin Berbagi untuk Kejar Berkah

Berniat untuk terus berbagi, Mak Boh (50) selalu memberi potongan harga dimsum dagangannya setiap Jumat. Tidak hanya itu, penerima manfaat Wakaf Modal Usaha Mikro di Kecamatan Jagakarsa ini juga berniat membantu teman-temannya yang kesulitan modal usaha.

Mak Boh Rajin Berbagi untuk Kejar Berkah' photo
Dimsum buatan Mak Boh yang hendak dihidangkan. (ACTNews/Akbar)

ACTNews, JAKARTA – Bila membeli Dimsum Cemimiw yang berlokasi di depan Gedung Asrama Mahasiswa Riau Jagakarsa, Jakarta Selatan, setiap Jumat, para pembeli akan mendapatkan potongan harga. Bukan sekadar pemasaran, sang pedagang Trilia Firti Mutiara Dewi (50) atau akrab disapa Mak Boh memang niat bersedekah.

Potongan harga yang Mak Boh berikan kepada pembeli setiap Jumat ia anggap sebagai salah satu bagian dari zakat “Kita kalau dipotong 2,5 persen suka enggak kepikiran (ingat). Disalurkannya di situ (potongan harga) saja, namanya Jumat Berkah. Mau yang pakai mobil, mau yang jalan kaki, pokoknya ada potongan harga,” jelas Mak Boh saat ditemui ACTNews, Rabu (1/12).

Selain memberikan diskon, Mak Boh juga kerap memberikan dimsum cuma-cuma kepada yang membutuhkan. Ia bercerita, salah satu penerimanya adalah remaja yang setiap Jumat kerap datang meminta sedekah dengan membawa kotak atau map.

“Kita suka kasih saja, biar cuma tiga buah mereka girang. Kita suka nyes gitu di sini,” kata Mak Boh menunjuk dadanya. Ia hanya berharap dagangannya berkah.

Mak Boh juga punya cita-cita untuk membuka kedai lagi. Bukan perkara memikirkan keuntungan pribadi, ia ingin memberdayakan orang-orang sekitar, seperti teman-temannya di kelompok pendampingan Wakaf Modal Usaha Mikro dari Global Wakaf – ACT.


Mak Boh menceritakan pengalamannya dalam berdagang. (ACTNews/Akbar)

“Ada beberapa teman pendampingan yang mengalami kesulitan. Kemarin aku udah bilang ke salah satu orang, kalau aku modalin dimsum, klakat, sama kompor mau enggak? Nanti gasnya dibeli sendiri. Dia bilang mau. Aku kasih modal usahanya, nanti ambil untung dari penjualannya,” ujar Mak Boh.

Sempat Tidak Menghasilkan Sama Sekali

Mak Boh sempat mengalami masa-masa yang sulit juga dalam usaha. Sebelum pandemi, usaha Mak Boh bisa menghasilkan penghasilan kotor Rp 750 ribu per hari hingga paling tinggi Rp 2 juta di sebuah malam. Begitu Covid-19 melanda, usahanya pernah tidak berpenghasilan.


“Sedih banget. Percaya enggak? kita pernah enggak dapet penghasilan sama sekali. Nol. Akhirnya sampai rumah langsung dijadikan frozen food,” ungkap Mak Boh.

Ia pun mengatur strategi. Prinsipnya, setiap hari ia harus menjual dimsum yang baru. Smentara, dimsum beku langsung dipak dan dijual daring. Dimsum bekunya pun sudah terjual hingga Kalimantan. Dalam pemasaran dimsum beku, Mak Boh dibantu kedua anaknya.

“Minimal masuk Rp 50 ribu untuk frozen food. Kan anak saya nge-gym, nanti teman-teman gym-nya pesan lima bungkus. Di sana ada dapurnya, jadi abis nge-gym mereka kukus,” lanjutnya.

Saat masa sulit itu bantuan dermawan datang kepada Mak Boh lewat Global Wakaf – ACT. Ia bertemu Global Wakaf-ACT empat bulan lalu dan diirangkul melalui program Sahabat Usaha Mikro Indonesia.

Saat itu ia pun berencana membangun dapur produksi. Selama ini dapur tempatnya membuat dimsum masih harus berbagi dengan dapur pribadi yang sering kali dipakai bersamaan dengan sang anak.


Mak Boh membuatkan minuman untuk pembeli. (ACTNews/Akbar)

“Kala itu hanya ada Rp 750 ribu. Seminggu kemudian ditawari modal wakaf, begitu dapat modal, pesan perabotan stainless semua. Lalu uang pribadi aku pakai untuk membeli rak dan memperbaiki atap dapur,” cerita Makboh. Kini usaha Dimsum Cemimiw perlahan kembali lancar, meski belum semaksimal sebelum pandemi. 

Mak Boh juga masih aktif mengikuti pelatihan-pelatihan dari kelompok Wakaf Modal Usaha Mikro, menurutnya pelatihan dari Global Wakaf-ACT memberi manfaat bagi pengetahuan spiritualnya maupun bisnis.

“Apalagi pas tahu riba. Saya pernah pinjam uang (dengan bunga), saat itu benar-benar ngerasain banting tulang cuma buat bayar utang. Udah kapok, deh. Ya Allah sedih banget sampai nangis-nangis,” tutur Mak Boh. Ia pun berharap, Global Wakaf-ACT terus berkembang agar semakin banyak pedagang yang turut merasakan bantuan dermawan lewat Wakaf Modal Usaha Mikro.[]

Bagikan

Terpopuler