Makan Gratis dari Warung Makan Musrifah yang Terdampak Pandemi

Akibat pandemi Covid-19, banyak UMKM gulung tikar. Agar kembali hidup dan tumbuh, ACT menggelar beragam program yang langsung membantu masyarakat maupun memberdayakan UMKM.

Operasi makan gratis
Musrifah di depan warung makan miliknya, Selasa (2/3/2021). OMG membantunya untuk kembali bangkit berjualan.

ACTNews, TANGERANG SELATAN - Jalan Sedap Malam, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa (2/3/2021) siang sepi. Hanya terlihat pengendara ojek daring dan penjual ketoprak yang tengah mangkal. Banyak warung makan tutup dan tidak ada aktivitas, tetapi tidak dengan warung makan milik Musrifah. 

Meski buka dan beraktivitas, etalase warung makan Bu Mus--sapaan akrabnya--terlihat kosong. Hanya berjejer kotak-kotak nasi stirofoam untuk dibagikan. Nasi-nasi kotak siap santap itu merupakan pesanan Aksi Cepat Tanggap untuk program Operasi Makan Gratis (OMG). “Saya masak kalau hanya ada pesanan,” kata Bu Mus. 

Kulkas yang berada di belakang etalase juga kosong dan tidak difungsikan. Biasanya kulkas digunakan untuk menjajakan teh buatannya. Sudah setahun ia tidak menjual teh buatannya lantaran pelanggan yang mayoritas mahasiswa tidak ada.

“Pelanggan saya banyak mahasiswa, sekarang ada Covid-19, mahasiswa tidak kuliah. Kontrakan juga banyak yang kosong, jadi kalo buat teh siapa yang mau beli?” kata perempuan yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah itu.   

Warung makan Bu Mus sudah gulung tikar. Saat ini ia hanya melayani pesanan. Untuk menghidupi ekonomi sehari-hari, ia menawarkan segala macam barang dan jasa. Mulai dari telur, minyak goreng, singkong, hingga buah-buahan. “Bunga dan tanaman depan rumah juga saya jual,” katanya.

Dalam kondisi normal, Bu Mus bisa mengantongi Rp500 ribu per hari. Namun, saat ini ia bisa rugi jika nekat membuka warung makan. Menurut Bu Mus, masakan sangat rentan basi jika tidak laku. Sehingga peluang modal hilang dan rugi sangat besar. “Masih bersyukur kalau modalnya balik,” ujar Ibu tiga anak ini dengan nada yang lirih. 

Bu Mus menceritakan, untuk bisa bertahan hidup ia akan melakukan apapun selagi masih halal. Sang suami juga membantunya dengan menjadi pengemudi ojek daring. Akan tetapi, di saat pandemi penghasilannya tidak menentu dan terkadang pulang dengan tangan hampa. 

“Meski kondisi sedang begini, saya syukuri aja, yang penting anak dan keluarga sehat. Kalau sehat saya dan suami masih bisa nyari duit jadi untuk makan insyaallah ada terus meski dengan lauk seadanya,” jelasnya.

Adanya program Operasi Makan Gratid, Musrifah merasa sangat terbantu karena ia bisa mendapat pemasukan untuk menghidupkan kembali usahanya yang sudah gulung tikar. Sehingga, uang hasil pembayaran Operasi Makan Gratis ia gunakan untuk modal kembali berjualan.

Musrifah adalah satu dari begitu banyak pemilik usaha mikro kecil yang bangkrut akibat pandemi Covid-19. Untuk membantu usaha-usaha mikro yang terdampak, ACT bersama Global Wakaf mengadakan banyak program seperti Operasi Makan Gratis dan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia. Sehingga, usaha-usaha kecil dapat kembali tumbuh dan beroperasi. []