Makan Gratis untuk Pekerja Harian di Kota Ambon

Operasi Makan Gratis di Kota Ambon mulai digelar pada pertengahan April ini. Sejumlah masyarakat pekerja informal, seperti pengemudi becak, pengemudi ojek daring, dan juru parkir menjadi tujuan operasi.

Pada Sabtu (18/4), ACT dan MRI Maluku membagikan hidangan bergizi gratis kepada pekerja harian di Kota Ambon. (ACTNews)

ACTNews, AMBON – Abu, salah satu pengemudi becak di Kota Ambon menceritakan kesahnya menghadapi pandemi Covid-19 kepada tim Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku. Ia mengatakan, sebelum pandemi, penghasilannya sebagai tukang becak hanya sekitar Rp60 ribu sehari. Saat pandemi ini, ia hanya bisa mengantongi Rp 20 ribu.

Katong sebagai pekerja harian seperti ini sebelum corona cari uang pun sangat susah. Dengan adanya virus ini untuk makan sangat makin tambah susah. Kalau hanya berdiam diri di dalam rumah, katong mau makan apa? Sekarang adanya virus korona dua puluh ribu saja sangat sulit untuk kita dapat, katong berharap agar ACT dapat membantu dalam bentuk lain lagi seperti beras,” ungkap Abu. Ia adalah salah satu penerima manfaat Operasi Makan Gratis yang dilakukan ACT dan MRI Maluku, Sabtu (18/4).

Kepala cabang ACT Maluku Wahab Loilatu mengatakan, Operasi Makan Gratis merupakan salah satu program ACT untuk membantu keluarga prasejahtera di Indonesia yang terdampak  Covid-19. Wahab mengatakan, wabah corona bukan hanya berimbas pada sistem kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat. “Sebab itu, kepada keluarga prasejahtera dan pekerja harian kami bagikan hidangan secara gratis,” kata Wahab.

 

Sementara itu, Muhammad Syamsudin Mahu dari Tim Program ACT Maluku menerangkan, Operasi Makan Gratis berjalan selama lima hari dengan total 500 porsi makanan dibagikan. “Setiap hari, sebanyak 100 paket pangan kami distribusikan ke pekerja harian di lokasi yang berbeda. Jumlah pedagang asongan, pengemudi ojek, dan pengemudi becak di Kota Ambon begitu banyak. Kami ingin penerima manfaat lebih meluas sehingga kami akan menyalurkan makanan gratis ke tempat-tempat yang berbeda,” ujar Syamsudin. Ia juga berharap, ikhtiar ACT dan MRI Maluku membersamai masyarakat di tengah pandemi didukung oleh para dermawan.[]