Makanan Terbaik untuk Penyintas Gempa Sulbar Tersaji Setiap Hari

Makanan terbaik untuk penyintas gempa Sulbar diberikan tiga kali sehari. Makanan-makanan terbaik dimasak di Dapur Umum ACT langsung sehingga kondisi makanan sangat baik.

Distribusi pangan
Penyintas Gempa Sulbar menerima makanan siap santap daribtim ACT. Pemberian makanan bagi penyintas diberikan setiap hari sejak gempa terjadi. (ACTNews)

ACTNews, MAMUJU - Pangan menjadi instrumen penting kehidupan, apalagi di tempat bencana. Saat terkena musibah atau bencana alam, penyintas akan melewati masa panjang kembali ke kehidupan normal. Untuk itu, kebutuhan pangan harus tetap dipenuhi selama masa tersebut. 

Usai gempa yang terjadi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat beberapa waktu lalu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus memberikan makanan siap santap untuk para penyintas. Makanan dimasak di dapur umum ACT yang didirikan di Posko Induk Mamuju. Total ribuan porsi makanan siap santap dibagikan. 

Koordinator Posko Induk ACT di Mamuju, Lukman Solehudin mengatakan, makanan diberikan tiga kali sehari yakni pagi pukul 08.00, siang pukul 11.30, dan sore pukul 17.00 WITA. "Alhamdulillah, penyintas korban banjir makan tiga kali sehari. Perlu diketahui semua makanan dimasak di dapur umum ACT," katanya. 

Lukman Solehudin menceritakan, semua penyintas bahagia karena kebutuhan pangan mereka hingga saat ini terpenuhi. Selain itu, di saat masa sulit seperti sekarang, masih banyak orang yang dermawan membantu penyintas. Hal ini, kata Lukman, mungkin jarang terjadi di negara lain.

"Kebutuhan pangan bagi penyintas korban gempa di Mamuju dan Majene terus diperhatikan. ACT menjadi garda terdepan dalam menyediakan pangan bagi penyintas. Sehingga ukuran tangan para dermawan terus diharapkan," ujarnya. 

Lukman menjelaskan, sajian terbaik dari dermawan melalui ACT di Sulbar diantarkan dan diberikan langsung kepada penyintas, bahkan yang jauh dari jangkauan. Hal ini dilakukan demi pemerataan distribusi dengan hidangan terbaik. []