Manfaat BERISI Juga Dirasakan Santri di Pelosok Sulawesi

Masih dalam rangkaian implementasi program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), tim MRI-ACT Sulawesi Selatan mengunjungi pondok-pondok pesantren pelosok dan jarang tersentuh perhatian di Tanah Celebes.

Manfaat BERISI Juga Dirasakan Santri di Pelosok Sulawesi' photo
Program ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada pesantren yang berada di pelosok ataupun yang benar-benar membutuhkan pasokan pangan. (ACTNews/Panji)

ACTNews, BONE - Tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Selatan kembali menyapa sejumlah pondok pesantren pada Sabtu (16/11) silam. Kunjungan tersebut dalam rangka implementasi program Beras untuk Santri Indonesia (BERISI), tim secara khusus datang ke pondok-pondok pesantren yang terpencil, pelosok, dan jarang tersentuh perhatian di Tanah Celebes.

Program BERISI menyapa dua pesantren di Bumi Arung Palakka yang terletak di Kabupaten Bone, yakni Pesantren Hidayatullah, Panyula, dan Pesantren Abu Bakar Ash Shiddiq, Kelurahan Tana Batue. Terhitung ratusan santri di kedua pondok pesantren menjadi penerima manfaat dari program ini. Sementara letak keduanya cukup berjauhan dan medan yang mesti dilalui juga cukup sulit.

"Program ini dilakukan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kepada pesantren yang berada di pelosok atau yang benar-benar membutuhkan pasokan pangan. Sehingga, tim memastikan dengan adanya bantuan ini, aktivitas belajar santri yang mayoritas mondok dan tinggal di asrama pesantren bisa berjalan lebih baik lagi," jelas Andi Suganda Haruna selaku Koordinator MRI-ACT Sulsel.

Sebanyak 10 unit kendaraan roda dua dan sebuah mobil double cabin menyusuri medan berliku dari Kota Makassar ke Kabupaten Bone. Kabupaten Bone sendiri dikenal dengan sebutan Bumi Arung Palakka dan merupakan salah satu kabupaten terluas di Sulawesi Selatan (sekitar 4.559 kilometer persegi dan terdiri dari 27 kecamatan, 44 kelurahan, dan 328 desa). Karena luasnya itu, tim mencari pesantren yang jarang tersentuh bantuan.


Pengemasan beras yang dilakukan oleh tim MRI-ACT Sulawesi Selatan. (ACTNews/Panji)

“Kami terus mencari pesantren-pesantren yang masuk dalam kriteria kami itu. Impelementasi ini juga bukanlah yang pertama. Sebelum ini kami juga pernah menyentuh pesantren yang berada di ujung timur Sulawesi Selatan,” ujar Andi.

Sejak diluncurkan pada 22 Oktober 2019 lalu, BERISI telah mendistribusikan hingga 55 ribu kilogram atau 55 ton beras ke berbagai pesantren di Indonesia per 18 November 2019. Beberapa pesantren yang disasar ada di Sulawesi. Puluhan ton beras ini untuk pemenuhan pangan santri-santri, khususnya mereka yang belajar di pesantren dengan fasilitas terbatas. []

Bagikan